Kompas.com - 27/04/2021, 10:00 WIB
Ilustrasi penelitian freepik.comIlustrasi penelitian

KOMPAS.com - Besarnya peluang untuk menjadi peneliti di Indonesia perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik bagi calon peneliti, khususnya mahasiswa.

Perguruan tinggi merupakan salah satu pusat pengembangan intelektualitas. Hal tersebut didukung dengan adanya Tridharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Seorang peneliti, harus memahami betul cara memulai suatu penelitian, perbedaan penelitian dasar dan terapan, karakter institusi berdasarkan jenis penelitian hingga perkembangan pendidikan 4.0 yang selaras dengan penelitian. 

Beragam tahapan penelitian yang dilakukan peneliti, tentu harus akurat karena hasil yang didapat digunakan untuk kepentingan peradaban. Namun, ada beberapa masalah yang harus dihadapi para peneliti.

Baca juga: Peneliti IPB Temukan Minuman Penurun Gula Darah Berbasis Rempah

Salah satu permasalahan terkait riset yang dihadapi Indonesia yakni belum sebandingnya jumlah mahasiswa dan dosen dengan jumlah publikasi yang dihasilkan.

Hingga tahun 2019, dari 4.607 perguruan tinggi serta 177.000 dosen dan peneliti yang terdaftar di Science and Technology Index (Sinta), Indonesia hanya menghasilkan 34.007 jurnal yang terindeks Scopus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rendahnya publikasi ilmiah para peneliti Indonesia salah satunya disebabkan minimnya pemahaman dan minat riset, terutama di kalangan mahasiswa.

Untuk memahami riset dan menumbuhkan minat, bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan bertahap agar mahasiswa bisa tertarik mau terjun di dalam dunia riset. 

Salah satu tim pengelolaan jurnal ilmiah internasional bereputasi, Berry Juliandi mengatakan jumlah peneliti perlu ditingkatkan. 

Baca juga: Peneliti IPB: Tanaman Herbal Ini Berkhasiat Redakan Asam Urat

"Saat ini, jumlah peneliti di Indonesia bertambah setiap tahunnya. Namun masih diperlukan lebih banyak peneliti lagi. Selain itu, Kementerian Keuangan (2019) menyatakan bahwa alokasi dana riset masih di bawah satu persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia," jelasnya dilansir laman IPB University.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X