Kompas.com - 26/04/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi keluak atau kluwek, bahan bumbu dasar hitam. DOK. SAJAN SEDAP VIRNY APRILIYANTYIlustrasi keluak atau kluwek, bahan bumbu dasar hitam.

KOMPAS.com - Bagi sebagian masyarakat Indonesia, pasti tak asing dengan kluwek. Biasanya kluwek digunakan sebagai rempah untuk masakan berkuah seperti rawon atau soto konro.

Di berbagai daerah, kluwek disebut dengan nama yang berbeda. Misalnya, ada yang menyebut kluwek itu pangi, kepayang atau sebutan lainnya.

Kluwek sendiri, merupakan biji dari buah picung yang diproses menjadi bahan rempah untuk masakan. Dalam bahasa latin, tanaman picung disebut sebagai Pangium edule.

Tanaman ini mirip sekali dengan pohon randu, pohonnya berukuran besar dan buah bergelantungan dengan siklus panen sekitar 8-9 bulan sekali. Buah mengandung biji dengan jumlah ganjil yaitu 7-13 biji perbuah.

Baca juga: Peneliti IPB: Tanaman Herbal Ini Berkhasiat Redakan Asam Urat

Namun, kluwek juga terkenal akan kandungan sianidanya yang jika tidak diolah dengan tepat bisa berakibat fatal bagi tubuh.

Peneliti di Southeast Asian Food and Agriculture Science and Technology (Seafast) Center, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University Prof Nuri Andarwulan, menjelaskan kandungan sianida di dalam kluwek.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengatakan, biji dan buah picung segar memang memiliki senyawa yang mengandung sianida yang sangat tinggi yang disebut sianogenik glikosida.

Senyawa tersebut mudah melepaskan asam sianida saat daging buah dan biji terluka. Akan sangat berbahaya jika mengonsumsi daging buah dan biji ini dalam keadaan segar. Karenanya, masyarakat biasanya menyimpan buah ini hingga busuk lalu mengambil bijinya untuk diolah menjadi kluwek.

“Buah ini memang beracun, mematikan orang kalau dikonsumsi segar karena mengandung sianida. Makanya setelah panen, biasanya buah disimpan. Setelah itu bijinya diambil dan dikumpulkan untuk dicuci bersih lalu direbus,” kata Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University ini.

Baca juga: Akademisi IPB: Buah Ini Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes Selama Puasa

Agar dapat menjadi kluwek, biji yang telah direbus tadi ditiriskan. Lalu dipendam selama 40 hari menggunakan abu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X