Kompas.com - 26/04/2021, 08:00 WIB
Mengajak anak mengolah sajian buka puasa Unsplash/Annie SprattMengajak anak mengolah sajian buka puasa

KOMPAS.com - Perkembangan teknologi membuat banyak hal bisa didapat dengan lebih cepat bahkan instan. Sayangnya, terbiasa dengan dunia yang serba cepat, rentan membuat anak-anak menjadi pribadi yang kurang sabar. Inginnya semua serba cepat, seperti secepat jaringan internet di rumah.

Itulah mengapa, sangat penting untuk mengajak anak melakukan kegiatan yang dapat melatih kesabaran agar bisa memahami pentingnya sebuah proses. Bahwa proses tak selamanya instan, kadang butuh waktu yang lebih lama.

Merangkum laman portal edukasi Sekolah.mu, berdasarkan penelitian yang dilakukan di Bing Nursery School dari Standford University terhadap anak usia 3 hingga 4 tahun, ditemukan bahwa anak yang lebih sabar ternyata cenderung tumbuh lebih cerdas.

Baca juga: Belajar dari Orangtua Jepang Cara Menanamkan Disiplin pada Anak

Sehingga, mengajarkan kesabaran pada anak sedini mungkin sangat penting untuk masa depannya. Berikut pilihan kegiatan yang dapat melatih kesabaran anak:

1. Menanam tanaman

Menanam tanaman di rumah bisa menjadi pilihan selama liburan atau selama anak belajar dari rumah. Orangtua dapat mengajak anak untuk menanam buah, sayuran atau bunga yang disukainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kegiatan ini dapat mengajarkan anak tentang apa itu proses, bahwa tumbuhan memerlukan proses dan perawatan agar bisa tumbuh dengan baik.

Anak juga bisa belajar tentang tanggung jawab dalam merawat tanaman tersebut, seperti menyiramnya setiap hari, hingga tanaman tumbuh dengan baik.

Baca juga: Mengenal Ikigai, Rahasia Etos Kerja Tinggi dan Karier Cemerlang ala Jepang

2. Mengajak anak membuat kue

Proses membuat kue harus melewati beberapa tahap. Mulai dari menyiapkan bahan, peralatan, mengolah bahan kue, memanggang kue, hingga menghias kue.

Selain belajar keterampilan memasak, proses ini mengajarkan anak kesabaran untuk melewati serangkaian tahap.

Setelah kue matang, orangtua juga bisa menekankan pentingnya menghargai makanan karena proses pembuatannya tidaklah mudah.

3. Bermain permainan teka teki

Melansir laman Sahabat Keluarga Kemendikbud, anak prasekolah, tepatnya mulai 4 sampai 6 tahun memang senang bermain teka-teki.

Kesenangan ini muncul karena pengaruh lingkungan ketika anak sudah bersosialisasi dengan teman-temannya yang sebaya maupun berumur di atasnya.

Baca juga: Mengenal Nunchi, Rahasia Hidup Bahagia dan Sukses dari Korea

Misalnya dengan cara bertanya, ”Aku buah-buahan, rasanya manis, rambutku banyak dan warnaku merah, apa hayo?”

Permainan teka-teki dapat mengasah kreativitas dan memperkaya wawasan anak. Karenanya, sebaiknya orang tua menanggapi pertanyaan teka-teki anak. Memikirkan dan menjawabnya secara serius sehingga anak merasa dihargai.

Hindari jawaban asal-asalan yang bisa membuat anak malas memberikan soal teka-teki lagi.

Melalui permainan ini, anak juga bisa dilatih kesabaran untuk menemukan jawaban yang tepat, memahami bahwa salah tebak bukan hal yang buruk, selama anak terus berusaha mencari jawaban yang benar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.