Kompas.com - 23/04/2021, 15:00 WIB

KOMPAS.com - Mengerjakan skripsi, sering kali membuat mahasiswa stres. Akhirnya, gara-gara skripsi, sering kali masa kuliah mahasiswa menjadi mundur dari batas waktu yang ditargetkan.

Agar skripsi tak lagi molor dan tak jadi beban bagi mahasiswa, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), Niluh Putu Dian Rosalina Handayani Narsa membagikan empat kunci yang dapat memengaruhi skripsi cepat dan selesai tepat waktu. Apa saja ini? Melansir dari laman Unair, ini tipsnya:

Komitmen

Pertama faktor dari diri sendiri, yaitu kembali pada tekad dan komitmen mengerjakan skripsi.

Karena, dengan komitmen dan tekad pada diri sendiri setidaknya akan memunculkan target yang disepakati diri sendiri. Misalnya, sudah tidak terasa mundur dua bulan, pikirkan lagi mau sampai kapan skripsinya dibiarkan lama? Tentu harus ada timeline untuk target diri sendiri.

Baca juga: Lowongan Magang PT Pertamina untuk Mahasiswa S1

Kerjakan objek yang telah dipilih

Kedua, Objek yang dipilih harus fokus dikerjakan. Bagaimanapun objek yang telah dipilih tentu harus dikerjakan. Ibaratnya, apa yang sudah dimulai tentu harus diakhiri dengan baik.

Ketahui dasar statistik

Ketiga, hal teknis pemahaman dasar statistik harus diketahui. Ada banyak referensi untuk mempelajari statistik. Mai dari artikel di web, buku hingga tayangan Youtube. Jangan ragu bertanya pada sosok yang mengerti hal ini.

Perhatikan sikap

Keempat, attitude menghadapi dosen. Kadang, mahasiswa suka lupa sikap mereka saat bertemu dosen. Bagaimanapun, dosen juga sosok yang lebih tua layaknya orangtua. Sehingga, tetap ada tata krama yang harus diperhatikan saat bertemu.

Ingat juga, jika kegiatan dosen sangat banyak. Pastikan, jika hendak bimbingan benar-benar ada jam yang cocok bagi dosen untuk membimbing mu.

Baca juga: BUMN Bank Mandiri Buka Lowongan Magang untuk Lulusan SMA

Hal lain tak kalah penting

Kemudian ia menambahkan, agar skripsi cepat selesai, maka mahasiswa harus memiliki motivasi yang kuat dalam menyelesaikannya.

Mahasiswa harus memahami diri sendiri apa yang memotivasinya untuk mengerjakan skripsi. Selain itu, mahasiswa juga harus memiliki manajemen waktu yang baik. Yakni, membuat target dan jadwal apa yang harus diselesaikan tiap minggu atau tiap bulan.

Pilih topik skripsi dengan hal-hal yang disuka menjadi salah satu saran yang diberikan oleh dosen akuntansi ini. Namun, topik yang disukai itu juga harus memperhitungkan waktu, biaya, dan tingkat kesulitan dalam pengambilan data.

Selain itu, lanjutnya, topik dan latar belakang adalah hal yang sangat penting dalam skripsi. Menulis latar belakang bagian paling sulit dalam skripsi sehingga perlu mencicil tulisan setiap hari.

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Mahasiswa S1 Kini Bisa Daftar Beasiswa LPDP

“Jika sudah menentukan topik, menetapkan judul, dan membuat latar belakang secara runtut dan ringkas maka skripsi sudah selesai 50 persen,” kata dosen yang akrab disapa Ocha ini.

Jika topik skripsi tidak disetujui oleh dosen pembimbing, papar Ocha, mahasiswa tidak boleh patah semangat. Mahasiswa harus tetap menyampaikan gagasan dengan alasan yang mantap dan memberikan rasionalisasi ilmiah dengan menunjukkan rujukan artikel.

"Mahasiswa juga harus meyakinkan dosen bahwa topik yang dipilih sudah melalui proses mencari dan membaca banyak penelitian terdahulu," imbuhnya.

Agar cepat selesai, mahasiswa dapat memanfaatkan aplikasi yang menunjang pengerjaan skripsi.

Mahasiswa dapat juga memanfaatkan fitur otomatis yang ada di Microsoft Word untuk membuat daftar isi, daftar tabel, dan daftar lainnya. Sehingga pengerjaan daftar-daftar tersebut tidak dilakukan secara manual yang bisa memakan waktu.

“Artikel-artikel yang sudah di-download segera diorganisasi dalam aplikasi software yang khusus menangani referensi, misalnya EndNote dan Mendeley,” tutur Ocha.

Baca juga: BCA Buka Lowongan Magang Bakti 1 Tahun untuk Lulusan D3-S1

Ocha juga memberikan beberapa tips kepada mahasiswa dalam menghubungi dosen. Saat menghubungi dosen pada jam kerja, selalu ucapkan maaf karena telah mengganggu waktunya. Kemudian, sertakan nama dan angkatan kuliah setiap kali menghubungi.

Gunakan pula Bahasa yang formal. “Mindset menghubungi dosen adalah mahasiswa yang butuh dosen, bukan dosen yang butuh mahasiswa. Kalimat diatur sedemikian rupa sehingga tidak terlihat dosen yang butuh mahasiswa,” imbuhnya.

Ocha menambahkan sebuah kutipan penting bagi mahasiswa. Yakni ‘Skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai’. Ia juga menganalogikan mengerjakan skripsi seperti orang berlari dengan kecepatan konsisten yang akhirnya bisa sampai. Begitu pula skripsi harus dikerjakan setiap hari secara konsisten sehingga selesai tepat waktu.

Baca juga: Bedanya CV, Resume, Portofolio agar Mahasiswa Tidak Keliru

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.