Kompas.com - 23/04/2021, 13:00 WIB
Inaq Melan (60), menjajakan kain tenun di Desa Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. KOMPAS/HENDRA A SETYAWANInaq Melan (60), menjajakan kain tenun di Desa Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

KOMPAS.com - Kalau mengenal Nusa Tenggara, apa yang terlintas di pikiran? Pulaunya yang banyak? Mutiara? Atau sarung tenunnya yang khas?

Semuanya memang benar menggambarkan ciri khas Nusa Tenggara. Namun, ada satu hal yang bisa jadi tidak ditemui di wilayah lain, yaitu pesona orang-orang Suku Sasak yang bermukim di kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat

Jika mengunjungi kediaman Suku Sasak, pasti disuguhi pemandangan kaum perempuannya yang asyik menenun.

Aktivitas ini dilakukan hampir semua perempuan Suku Sasak. Namun ada fakta menarik mengenai perempuan Suku Sasak yang dikupas Akademisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Lucky Wijayanti.

Baca juga: Ponpes Kebon Jambu Al-Islamy, Cetak Ulama yang Memuliakan Perempuan

Saat berdiskusi secara virtual di acara Perempuan-Perempuan Tangguh yang diadakan Fakultas Seni Rupa (FSR) IKJ, Rabu (21/4/2021) Lucky mengatakan perempuan Suku Sasak itu multitalenta.

"Ia menyangga keluarga, termasuk menjadi penjaga tradisi, dan pelaku seni. Kombinasi yang luar biasa, " kata Lucky. Ia kemudian membeberkan fakta-fakta kaum perempuan di Suku Sasak yang terekam olehnya sebagai berikut:

Dianggap sebagai Ibu Pertiwi

Perempuan Suku Sasak dianggap sebagai Bumi Nina atau ibu pertiwi bagi masyarakat Nusa Tenggara.

Ada istilah lain, yakni Gumi Nina yang memiliki arti mirip dengan Ibu Pertiwi. Semua perempuan kaum Suku Sasak sangat dijaga nama baiknya sehingga reputasi dan pencitraan terhadap perempuan tetap dipertahankan.

Masyarakat Sasak menganggap bahwa perempuan sangat dihormati kemudian harus memiliki perilaku sopan santun dan selalu berbuat baik sehingga menjadi panutan bagi keluarga dan masyarakat. 

Baca juga: Pakar UGM: Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Mulai Krisis Air

Mengukur rumah dari telapak kaki perempuan

"Karena kedudukannya yang sangat vital, maka dikenal lah Inen Bale ini hukum warisan Suku Sasak di mana bagian inti rumah itu miliknya perempuan, " Kata dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X