Kompas.com - 22/04/2021, 15:00 WIB
Ilustrasi Internet shutterstockIlustrasi Internet

Namun, tidak dapat dipungkiri masih banyak pengguna tertipu dengan ketidakpedulian atau ketidaktahuan adanya sistem double cross check tersebut.

“Artinya semua itu tergantung dari pemilik sosial media. Biasanya dipicu dengan pemiliknya yang kurang aware. Rata-rata sebagian besar menggunakan social engineering dengan pendekatan mengelabui pengguna yang asli,” tambah Badrus.

Baca juga: STIS Jadi Sekolah Kedinasan Favorit, Kuliah Gratis dan Jadi Calon ASN

Selain cara akuisisi data, ada pula cara lain yang juga sedang marak saat ini yaitu memberikan informasi melalui kiriman link.

Link tersebut bisa jadi menuju kepada suatu aplikasi atau script-script yang tujuannya untuk mencuri data. Misalnya history aktivitas browser, informasi yang tersimpan sementara di folder tertentu di hand-phone atau laptop.

Baginya, penipuan dengan link sangat mudah diketahui dengan cara melihat link yang dibagi adalah link resmi atau tidak.

“Jadi, sederhananya lihat saja link-nya. Misalkan ada link detik dot com, sebelum detik dot com itu ada tambahan seperti detik blabla dot com. Biasanya yang sebelum dot com atau dot net itu enggak jelas berarti itu penipuan,” terangnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Badrus menekankan bagi pengguna sosial media sebaiknya menghindari pemanfaatan fitur remember password dan username pada browser saat menggunakan perangkat laptop yang dipakai bersama.

Itu ditujukan untuk meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi, misalnya pencurian data pribadi.

Baca juga: Pakar Unair: 3 Cara Mengatur Pola Makan agar Tubuh Bugar Selama Puasa

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X