Kompas.com - 21/04/2021, 10:31 WIB
Ilustrasi puasa Ramadhan Pixabay/ChiplanayIlustrasi puasa Ramadhan

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 mengingatkan banyak orang bahwa kesehatan adalah kenikmatan yang harus disyukuri. Kesehatan terasa begitu berharga dan penting saat tubuh sudah mulai mengalami gangguan kesehatan.

Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusman Ibrahim alam Kajian Ramadan Masjid Al-Jihad Unpad mengatakan, seseorang terkadang lupa bahwa sehat merupakan sebuah kenikmatan yang harus disyukuri.

“Sehat itu merupakan sesuatu yang harus diikhtiarkan,” kata Kusman seperti dirangkum dari laman Unpad, Rabu (21/4/2021).

Kusman menerangkan, kesehatan sendiri meliputi sehat secara fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Kesehatan juga meliputi dua aspek, yaitu mempertahankan kesehatan bagi yang sehat dan memulihkan kesehatan bagi yang sakit.

Baca juga: Peneliti IPB Temukan Minuman Penurun Gula Darah Berbasis Rempah

Upaya memelihara kesehatan, kata dia, di antaranya memiliki asupan nutrisi yang tepat, mencukupi hak tubuh seperti olahraga dan istirahat yang cukup, tidak melakukan hal yang merugikan tubuh dan lingkungan, serta berpartisipasi di masyarakat.

Menjaga nikmat sehat selama berpuasa

Kusman menjelaskan, puasa juga memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Dalam beberapa penelitian, diketahui manfaat puasa antara lain membantu menurunkan berat badan, kadar gula darah, dan kolesterol.

Puasa juga diyakini dapat meningkatkan perbaikan fungsi hati, pencernaan, dan metabolisme tubuh.

Untuk mendapatkan nikmat sehat yang optimal, Kusman mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan ketika menjalankan puasa di bulan Ramadan.

Baca juga: Peneliti IPB: Tanaman Herbal Ini Berkhasiat Redakan Asam Urat

Kusman pun membagikan sejumlah tips agar tetap sehat di bulan Ramadan. Salah satunya, dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

"Makanan yang dikonsumsi sebaiknya makanan yang banyak mengandung serat, serta menghindari makanan yang tinggi lemak dan terlalu banyak gula. Pola diet yang dijalankan pun sebaiknya tidak jauh berbeda dengan pola diet di luar Ramadan," ujarnya.

Kusman juga mengingatkan pentingnya cukup minum air, yaitu sekitar 1,5 hingga 2 liter. Hidrasi yang cukup diyakini akan menahan nafsu makan.

“Hidrasi yang cukup sangat berhubungan juga dengan pengeluaran zat-zat toksik, atau zat-zat yang tidak digunakan dalam tubuh. Karena transportasi untuk dikeluarkan itu membutuhkan air,” jelasnya.

Selain itu, diperlukan aktivitas rutin dan menjaga silaturahmi. Kusman menyebutkan bahwa orang yang tidak banyak beraktivitas saat berpuasa, manfaat puasa yang didapat tidak akan sebanyak mereka yang tetap beraktivitas rutin, terutama dari sisi perbaikan fungsi fisiologis tubuhnya.

“Aktivitas rutin yang ringan sampai sedang tetap kita lakukan,” katanya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X