Kompas.com - 20/04/2021, 15:30 WIB
Kain merah putih raksasa membentang di Gedung Rektorat Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Pemasangan kain merah putih tersebut dilakukan oleh delapan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala UI. Dok. UIKain merah putih raksasa membentang di Gedung Rektorat Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Pemasangan kain merah putih tersebut dilakukan oleh delapan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala UI.

KOMPAS.com- Universitas Indonesia melakukan survei kepada warga kampusnya mengenai kesiapan kuliah tatap muka Juli 2021 mendatang.

Berdasarkan data hasil survei yang dilansir dari laman resmi ui.ac.id terhadap total 20.533 responden tersebut per 15 April 2021, mayoritas mahasiswa dan dosen UI memilih metode pembelajaran bauran (blended-learning) untuk diterapkan pada Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022.

Dibandingkan metode pembelajaran yang tatap muka penuh maupun pembelajaran daring penuh.

Para responden ini, terdiri dari 18.923 mahasiswa dan 1.610 dosen dari 14 Fakultas, Sekolah Ilmu Lingkungan, Sekolah Kajian Stratejik dan Global, dan Program Pendidikan Vokasi.

Baca juga: BUMN Bank BRI Buka Beasiswa Penuh untuk Mahasiswa S1

Secara rinci, hasil survei menunjukkan bahwa 9.083 atau 48 persen mahasiswa memilih Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Bauran dan 5.298 atau 28 persen mahasiswa memilih KBM daring penuh.

Sedangkan pembelajaran tatap muka penuh menjadi opsi yang paling sedikit dipilih, yaitu hanya 4.542 atau sebesar 24 persen mahasiswa.

Dari survei terhadap para dosen UI, dari 1.610 responden yang mengisi, 982 responden atau 61 persen memilih blended-learning.

Kemudian pembelajaran daring penuh sebanyak 483 responden atau 30 persen, sedangkan pembelajaran tatap muka penuh hanya dipilih oleh sisanya sebesar 9 persen.

Baca juga: Djarum Buka Beasiswa Mahasiswa D4-S1, Tunjangan Rp 1 Juta Per Bulan

Para sivitas akademika UI yang menjadi responden tersebut berharap agar persiapan sudah dilakukan dengan memperhatikan aspek penegakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Misalnya, melakukan vaksinasi terhadap dosen, vaksinasi tenaga kependidikan, dan vaksinasi mahasiswa, yang dilaksanakan secara berkala.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X