Hary Candra: Pembelajaran Digital Jadi Keniscayaan Saat Sekolah Tatap Muka

Kompas.com - 19/04/2021, 15:27 WIB
Hary Candra, Chairman PesonaEdu dalam konferensi pers daring yang diinisiasi PesonaEdu, provider layanan konten pendidikan digital yang digelar pada 14 April 2021.

DOK. PESONAEDUHary Candra, Chairman PesonaEdu dalam konferensi pers daring yang diinisiasi PesonaEdu, provider layanan konten pendidikan digital yang digelar pada 14 April 2021.

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama Empat Menteri atau SKB 4 Menteri telah memutuskan tahun ajaran baru bulan Juli 2021 mendatang, sekolah sudah dapat memulai pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.

PTM terbatas ini terbatas ini dilakukan setelah pemerintah menyelesaikan vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga pendidikan.

"Vaksin untuk guru dan tenaga kependidikan ditargetkan selesai bulan Juni 2021," kata Muhadjir saat acara Pengumuman Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, Selasa (30/3/2021).

Hal senada juga disampaikan Mendikbud Nadiem Makarim yang juga telah mewajibkan satuan pendidikan untuk menyediakan layanan tatap muka terbatas.

Meskipun demikian, tetap ada opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ), sebab untuk menerapkan protokol kesehatan, pembelajaran tatap muka maksimal hanya diizinkan 50 persen dari jumlah siswa.

"Mau tidak mau, selesai vaksinasi ada opsi tatap muka terbatas. Selain itu harus melalui sistem rotasi, tatap muka dan PJJ," terang Nadiem.

Baca juga: Siapkan Sekolah Tatap Muka, Disdik DKI Luncurkan Gerakan Guru Cerdas

Belajar interaktif dan menyenangkan

Hary Candra, Co-Founder dan Chairman PesonaEdu mengatakan pembelajaran berbasis digital tidak serta merta ditinggalkan meski sekolah tatap muka nanti akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru.

"Pembelajaran digital adalah keniscayaan pada saat pembelajaran tatap muka nanti," tegas Hary Candra dalam konferensi pers daring yang diinisiasi PesonaEdu, provider layanan konten pendidikan digital yang digelar pada 14 April 2021.

Ia menegaskan pembelajaran digital tidak akan pernah menghilangkan pembelajaran tatap muka karena sekolah tatap muka tetap diperlukan.

"Pembelajaran berbasis digital justru akan menguatkan pembelajaran tatap muka, apalagi PTM terbatas masih akan menjalankan dua metode belajar; tatap muka dan PJJ. Jadi, pembelajaran digital masih akan dibutuhkan keduanya," jelas Hary.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X