Kompas.com - 18/04/2021, 13:39 WIB
Rektor IPB University, Prof. Arif Satria dalam saat memberikan sambutan di acara wisuda pada Rabu (15/1) bertempat di Gedung Grha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Dramaga Bogor. Dok. IPB UniversityRektor IPB University, Prof. Arif Satria dalam saat memberikan sambutan di acara wisuda pada Rabu (15/1) bertempat di Gedung Grha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Dramaga Bogor.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Rektor IPB, Arif Satria menghormati keputusan akan adanya peleburan dua kementerian yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

"Kita menghormati keputusan yang sudah diambil. Namun demikian, soal struktur itu atau nomenklatur apapun yang diputuskan selalu memiliki positif dan negatif," ucap Arif melansir laman IPB, Minggu (18/4/2021).

Baca juga: Pakar IPB: Khasiat Tanaman Porang, Cegah Kanker dan Gula Darah

Dia mengungkapkan, Kemendikbud-Ristek memiliki sisi positif dan kelemahan juga.

Kemenristek yang lama juga ada kelebihan dan kekurangan, jadi kalau yang sekarang itu digabung, bagi Perguruan Tinggi (PT) tentu lebih mudah.

Pasalnya, bilang dia, perguruan tinggi hanya mempunyai satu "bapak".

"Sehingga mudah untuk koordinasi dan juga bagi pemerintah mudah dalam menentukan indikator kinerja dan lain sebagainya," sebut dia.

Namun kelemahan sekarang, kata dia, adalah penyatuan riset dengan lembaga-lembaga perguruan tinggi dan riset dengan non perguruan tinggi butuh usaha yang lebih.

Arif menyampaikan, jika Kemenristek sebelumnya dalam berkoordinasi riset lebih mudah.

Sementara kelemahan Kemenristek model lama adalah memiliki dua "bapak", sehingga butuh effort lebih dalam mengkomunikasikan kebijakan dan lain sebagainya.

Menurut dia, Indonesia saat ini berada di peringkat 85, dari 131 negara di dunia pada Indeks Inovasi Global. Angka itu terendah kedua jika dibandingkan negara Asean.

Baca juga: Pakar IPB: 5 Tips Jaga Keseimbangan Air di Tubuh Saat Puasa Ramadan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X