Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/04/2021, 12:45 WIB
Mahar Prastiwi,
Dian Ihsan

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com - Baru-baru ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

Program ini dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta mahasiswa terhadap keberagaman budaya tanah air.

Baca juga: Mahasiswa USK Turunkan Gula Darah Lewat Teh

Melalui program ini memungkinkan terjadinya pertukaran mahasiswa antarpulau baik dari PTN ke PTS maupun sebaliknya.

Merangkum dari akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (@ditjen.dikti), tujuan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini ada beberapa hal, yakni:

  • Menumbuhkan rasa cinta mahasiswa terhadap keberagaman budaya tanah air.
  • Menunjang penguatan kompetensi yang bisa menjadi bekal berharga bagi karier mahasiswa di masa mendatang.
  • Mempersiapkan para mahasiswa untuk menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan dan juga mengabdi terhadap bangsa dan negara.

Program pertukaran mahasiswa Merdeka ini juga mendatangkan manfaat baik bagi dosen maupun perguruan tinggi.

Baca juga: Besok Ada Fenomena Astronomi Langka, Begini Penjelasan Pakar Itera

Keuntungan bagi dosen

1. Mendapatkan sertifikat penghargaan.

2. Mendapatkan intensif untuk pengembangan modul mata kuliah dan Modul Nusantara.

3. Mendapatkan kesempatan mengeksplorasi keilmuannya di tingkat nasional.

Keuntungan bagi perguruan tinggi

1. Mendorong pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) #2 untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan IKU #3 untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

2. Membuka kesempatan mendapatkan biaya pengelolaan program.

Pertukaran Mahasiswa Merdeka memberikan kesempatan belajar di kampus lain dan mengeksplorasi keragaman budaya Indonesia.

Progam ini dapat diikuti oleh mahasiswa dari semester 3 hingga semester 8. Melalui program ini, juga memungkinkan terjadinya pertukaran mahasiswa antarpulau baik dari PTN ke PTS maupun sebaliknya.

Baca juga: Pakar Undip: Penanganan Hipospadia di Indonesia Masih Miliki Kelemahan

Perguruan tinggi wajib memberikan konversi dan pengakuan Sistem Kredit Semester (SKS) sebanyak 20 SKS bagi mahasiswa yang mengikuti program ini.

Saat mengikuti program ini, mahasiswa akan mengeksplorasi keragaman kebudayaan Indonesia melalui Modul Nusantara.

Ditargetkan diikuti 20.000 mahasiswa

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini ditargetkan untuk diikuti 20.000 mahasiswa pada semester ganjil tahun akademik 2021/2022.

Pendaftaran akan dibuka untuk perguruan tinggi dan dosen pada 19 hingga 28 April 2021.

Sedangkan pendaftaran untuk mahasiswa akan diselenggarakan pada bulan Juli 2021.

Baca juga: Pantang Menyerah, 8 Peserta UTBK Difabel Ikuti Tes di UNY

Itulah penjelasan Ditjen Dikti terkait Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Baik dosen dan perguruan tinggi akan mendapat berbagai keuntungan dari program ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com