Kompas.com - 16/04/2021, 16:15 WIB
Ilustrasi planet Mars dan Bumi. Minggu ini, kedua planet ini akan berada pada jarak yang sangat dekat. SHUTTERSTOCK/OrlaIlustrasi planet Mars dan Bumi. Minggu ini, kedua planet ini akan berada pada jarak yang sangat dekat.
|
Editor Dian Ihsan


KOMPAS.com - Pada Sabtu (17/4/2021) mendatang, akan ada fenomena astronomi langka, yaitu Okultasi Mars oleh Bulan atau tertutupnya planet Mars oleh Bulan. Pengamatan fenomena ini bisa dilakukan mulai pukul 20.30 WIB.

Adanya fenomena astronomi ini tentu menarik perhatian para peneliti.

Baca juga: Dosen Unesa Bagikan Tips Sukses Tes UTBK Saat Puasa Ramadhan

Termasuk Unit Pelaksana Teknis Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera Lampung (OAIL) juga akan melakukan pengamatan fenomena astronomi langka ini.

Kepala UPT Observatorium Astronomi Itera Lampung, Hakim L. Malasan mengungkapkan, fenomena Okultasi Mars oleh Bulan dapat diamati dari Asia Tenggara bagian Barat dan Asia Selatan bagian Timur saja.

Jika dilihat dari Provinsi Lampung, Mars akan tertutup oleh Bulan mulai pukul 20.30 WIB, ketika Bulan berada pada ketinggian 17,7 derajat.

“Planet Mars akan terlihat lagi pada pukul 21.30 WIB, ketika ketinggian Bulan sekitar 4,4 derajat. Pada saat fenomena ini terjadi, Bulan akan berada pada fase sabit, dan iluminasi Bulan 24 persen,” kata Hakim seperti dikutip dari laman itera.ac.id, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Lowongan Kerja Dosen Universitas Padjadjaran 2021, Simak Infonya

Bisa diamati lagi pada tahun 2025

Hakim mengungkapkan, fenomena astronomi ini cukup langka karena peristiwa okultasi Mars berikutnya baru dapat diamati di Indonesia di tahun 2025 di siang hari.

Dan pada tahun 2034 hanya di Papua bagian Timur. "Pada 27 Mei 2022 kita akan kembali disuguhkan dengan fenomen okultasi Venus oleh Bulan, yang dapat diamati dari Indonesia," beber Hakim.

Hakim menambahkan, dari sisi pengamatan di lapangan, UPT OAIL akan melakukan pengamatan yang dipusatkan di Rooftop Gedung Laboratorium Teknik 2 Itera.

Penelitian akan dilakukan dengan menggunakan teleskop berjenis Schmidt-Cassegrain, yaitu Meade LX-90 8” – ACF (f=2032 mm, d=203,2 mm. f/10), dengan kamera DSLR Canon 5D mark IV.

Baca juga: Pantang Menyerah, 8 Peserta UTBK Difabel Ikuti Tes di UNY

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X