Kompas.com - 16/04/2021, 15:30 WIB
Jadwal PPDB SMA dan SMK Jatim 2021 DOK laman ppdb jatim.netJadwal PPDB SMA dan SMK Jatim 2021

KOMPAS.com - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Timur (Jatim) jenjang SMA/SMK tahun 2021 berbeda dengan tahun 2020. Akan ada lima jalur yang dibuka pada PPDB tahun ini yang pendaftarannya dilakukan pada Mei 2021 dan dibuka secara bertahap.

"Pertama,ada jalur afirmasi. Jalur ini diperuntukkan bagi siswa keluarga kurang mampu termasuk anak buruh dan disabilitas ringan. Kalau disabilitas tahun kemarin masuk zonasi, sekarang afirmasi. Kuotanya 15 persen,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi.

Kedua adalah jalur perpindahan tugas orangtua. Di samping perpindahan tugas orangtua, juga menampung anak tenaga pendidik atau pengajar. Termasuk juga tenaga kesehatan khusus yang menangani Covid-19. “Ini kuotanya adalah 5 persen,” paparnya.

Baca juga: Uji Coba Sekolah Tatap Muka Jakarta Dimulai, Keputusan di Orangtua

Jalur ketiga sebanyak kuota lima persen adalah jalur khusus bagi para pelajar yang berprestasi. Tahun lalu, mereka yang berprestasi berjenjang, dan lombanya digelar oleh pemerintah atau organisasi lembaga yang bekerja sama dengan pemerintah.

"Tahun ini tidak lagi seperti itu, tanpa berjenjang atau tidak. Lombanya bisa juga dilaksanakan oleh pemerintah atau lembaga secara mandiri, tapi yang berprestasi akan mendapat skor," katanya.

Misalnya siswa penghafal Al-quran, masuk dalam jalur prestasi lomba, termasuk siswa delegasi. "Semisal, negara Italia mengundang kejuaraan paduan suara setiap tahun. Bagi siswa yang diundang, kami beri skor," ujarnya.

Selanjutnya jalur keempat adalah jalur prestasi akademik yang kuotanya sebesar 25 persen, dengan mengambil nilai rapor pada semester I hingga V, yang nilainya 70 persen. Kemudian nilai 9 di SMA satu dan lainnya berbeda, dan ditentukan melalui indeks yang diambil dari akreditasi sekolah.

Baca juga: Targetkan 17,9 Juta Siswa, Ini Cara Daftar KIP Sekolah SD-SMA 2021

Jalur kelima merupakan zonasi yang kuotanya mencapai 50 persen, dan sistemnya tidak berubah atau sama seperti tahun lalu.

Khusus untuk SMK, jika tahun lalu tidak ada zonasi, maka tahun ini diberlakukan zonasi yang kuotanya sebanyak 10 persen.

"Sehingga yang jalur prestasi akademik semakin besar yaitu 65 persen. Afirmasi, prestasi dan perpindahan orang tua sama dengan SMA," kata Wahid.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X