KILAS

Dukung Industri Animasi, Kemendikbud Topang SDM Unggul dengan Perkuat SMK

Kompas.com - 12/04/2021, 19:25 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Dardak dan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto dalam FGD pendirian SMK Animasi Super dan Pembentukan Rantai Nilai antara pendidikan vokasi dan dunia kerja bidang animasi di Indonesia, serta penerapan Common ASEAN Tourism Curriculum (CATC) bagi SMK di Kota Malang, Sabtu (10/4/2021).
DOK. Humas KemendikbudWakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Dardak dan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto dalam FGD pendirian SMK Animasi Super dan Pembentukan Rantai Nilai antara pendidikan vokasi dan dunia kerja bidang animasi di Indonesia, serta penerapan Common ASEAN Tourism Curriculum (CATC) bagi SMK di Kota Malang, Sabtu (10/4/2021).

KOMPAS.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto mengatakan, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten untuk mendukung untuk mendukung industri animasi yang kreatif.

Oleh karena itu, pihaknya pun siap mendukung pengembangan pendidikan vokasi di kawasan-kawasan industri.

“Di Jawa Timur, kami bekerja sama dengan KEK Shingasari. Kami akan memperkuat SMK-SMK yang existing di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai penopang SDM yang unggul,” ungkapnya.

Dia mengatakan itu dalam forum group discussion (FGD) pendirian SMK Animasi Super dan Pembentukan Rantai Nilai antara pendidikan vokasi dan dunia kerja bidang animasi di Indonesia, serta penerapan Common ASEAN Tourism Curriculum (CATC) bagi SMK di Kota Malang, Sabtu (10/4/2021).

Baca juga: Kemendikbud: SMK dan Perguruan Tinggi Vokasi Makin Diminati Masyarakat

Wikan mengatakan, dunia animasi di Indonesia masih belum berkembang secara maksimal. Salah satunya karena kurangnya SDM yang menjadi kendala terbesar dari perkembangan dunia animasi di Indonesia.

Oleh karenanya, perlu penguatan “link and match” antara satuan pendidikan vokasi dengan dunia kerja bidang animasi di Indonesia.

Wikan pun menyatakan komitmennya untuk selalu mendukung upaya meningkatkan kualitas pembelajaran SMK melalui penyelarasan dan kemitraan strategis dengan dunia usaha/dunia industri.

Salah satunya adalah implementasi CATC yang telah dimulai sejak tahun 2018.

Penerapan CATC diawali oleh 11 SMK pilot project yang harapannya dapat mengimbas kepada seluruh SMK bidang pariwisata di seluruh Indonesia.

Baca juga: Dirjen Dikti: Peleburan Kemenristek-Kemendikbud Kembalikan Marwah Pendidikan Tinggi

“Agar nantinya proses ‘link and match’ antara satuan pendidikan vokasi dengan dunia kerja dapat berjalan selaras, maka perlu pembentukan justifikasi peran masing-masing, baik pihak kementerian, pemerintah daerah selaku pembina SMK, dan dunia kerja di seluruh Indonesia,” terangnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X