Kerendahan Hati: Kenapa Penting?

Kompas.com - 10/04/2021, 11:07 WIB
Kerendahan Hati: Kenapa Penting? Growth CenterKerendahan Hati: Kenapa Penting?

Oleh: Arki Sudito*

KOMPAS.com - MASIH ingatkah Anda saat fase awal penyebaran virus Covid-19? Ketika itu, banyak pemimpin dunia beserta jajaran intelektualnya cukup percaya diri bahwa virus ini tidak akan masuk ke negara mereka.

Kemudian setelah penyebaran virus telah terbukti, ada saja yang beranggapan virus ini tidak lebih berbahaya dari sekadar flu biasa dan hanya bisa ditularkan orang dengan gejala nyata, sehingga hanya orang yang menunjukkan gejala diwajibkan memakai masker. Nah, kini kita tahu dampak dari pemikiran seperti itu.

Pemikiran muncul dari pemahaman atas kondisi berdasarkan data dan fakta yang ada. Masalahnya, di dunia yang sangat penuh dengan VUCA (volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity) atau kebergejolakan, ketidakpastian, kompleksitas, dan ketidakjelasan seperti saat ini, data dan fakta yang ada sering kali cepat berubah dan tidak lengkap.

Para pemimpin dan kita semua juga sebagai individu, akan selalu dipaksa untuk membuat keputusan dengan konteks tersebut. Konsekuensinya, keputusan yang diambil bisa saja salah ataupun tidak sesuai.

Ketika membuat keputusan yang salah menjadi sesuatu yang normal di kondisi saat ini, apa yang membedakan antara individu, khususnya pemimpin, menjadi hal yang efektif atau tidak?

Ada banyak jawaban atas perkara ini. Akan tetapi, yang diulas dalam kesempatan kali ini adalah faktor humility atau kerendahan hati.

Baca juga: Meningkatkan Kegigihan dengan Growth Mindset

 

Kerendahan hati oleh Neubauer, Tarling, dan Wade (2017) diidentifikasi sebagai menjadi salah satu karakteristik pemimpin yang lincah atau agile leader—pemimpin yang mampu mengikuti perubahan yang terjadi di lingkungannya.

Dalam konteks tersebut, yang dimaksud dengan kerendahan hati adalah kesediaan seorang pemimpin untuk mengakui bahwa orang lain tahu lebih banyak darinya, terbuka untuk belajar, serta bersedia mencari masukan.

Kerendahan hati merupakan integrasi dari kesadaran diri untuk belajar dan menghargai kemampuan orang lain.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X