Kompas.com - 04/04/2021, 09:00 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim saat menjelaskan KIP Kuliah Merdeka. Dok.KOMPAS.com/Dian IhsanMendikbud Nadiem Makarim saat menjelaskan KIP Kuliah Merdeka.

KOMPAS.com - Jika ada mahasiswa yang mendaftar jalur mandiri namun berasal dari keluarga tidak mampu, jangan khawatir.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengajak siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk memanfaatkan KIP Kuliah Merdeka yang disediakan pemerintah.

Jalur mandiri sendiri, biasanya dipilih calon mahasiswa saat gagal mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

KIP Kuliah melalui jalur seleksi mandiri PTN, akan dibuka pendaftarannya pada bulan Agustus - Oktober 2021, tergantung jadwal seleksi mandiri di setiap PTN. Ataupun, dapat melalui seleksi masuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) kapan saja hingga masa pendaftaran PTS selesai.

Baca juga: KIP Kuliah 2021 Bisa untuk Kampus Swasta, Cek Daftar PTS dan Prodi

"Informasi dan pendaftaran KIP Kuliah bagi calon mahasiswa baru tahun 2021 dapat ditemukan pada kip-kuliah.kemdikbud.go.id," ujar Nadiem dilansir dari laman kemdikbud.go.id

Kepada para pimpinan perguruan tinggi, ia mengimbau agar perguruan tinggi memperbanyak sosialisasi kepada siswa-siswa kurang mampu agar mereka mau dan berani mendaftar pada perguruan tinggi dan program studi unggulan di masing-masing kampus.

"Mulai lah menerima mahasiswa kurang mampu dan bukalah semua program studi sebesar-besarnya bagi penerima KIP Kuliah. Karena batas biaya pendidikan tidak menjadi masalah lagi," ujarnya.

Sementara, Pelaksana tugas (plt) Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na'im optimis calon mahasiswa baru tahun akademik 2021/2020 yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi akan lebih percaya diri dalam memilih prodi-prodi unggulan di berbagai kampus terbaik, termasuk PTN berbadan hukum (PTN-BH).

Baca juga: 5 Materi yang Paling Sering Keluar di Soal UTBK Saintek

"Kami yakin (program ini) akan membuat mahasiswa lebih berani lagi, atau tidak lagi kekhawatiran biaya kuliah yang lebih tinggi daripada biaya kuliah yang disediakan di program KIP Kuliah," ucapnya.

Karena KIP Kuliah ini sudah menyediakan dana untuk membayar uang kuliah yang lebih besar, yaitu maksimal Rp 12 juta maka mahasiswa tidak perlu khawatir lagi tentang prodi-prodi yang akan dipilih. "Bahkan universitas yang akan menjadi tujuannya termasuk di daerah mana, biaya hidup juga sudah kita sesuaikan, sesuai dengan tingkat kemahalan daerah," tambah Ainun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X