Kompas.com - 25/03/2021, 20:01 WIB
Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina Dok. Universitas PertaminaProgram Studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina

KOMPAS.com - Meski kebutuhan industri tinggi, sayangnya lulusan sekolah vokasi di Indonesia didapati masih kesulitan unjuk gigi.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2020, dari 131,03 juta total pekerja di Indonesia, hanya 2,79 persen yang merupakan jebolan vokasi (D1-D3).

Kesenjangan antara kebutuhan industri dan kualifikasi lulusan vokasi, ditengarai menjadi salah satu biang keladi rendahnya serapan wisudawan vokasi di industri.

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) sebagai holding company bidang energi, saat ini tengah getol membangun megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP).

Baca juga: KIP Kuliah untuk SBMPTN 2021: Cara Daftar dan Besar Dana Bantuan

Peremajaan kilang minyak tersebut dilakukan di lima lokasi yakni Cilacap, Balikpapan, Plaju, Balongan, dan Dumai. Megaproyek ini bakal membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama lulusan vokasi.

Untuk itu, Universitas Pertamina ditugaskan BUMN energi melakukan revitalisasi kurikulum pendidikan vokasi. Khususnya bagi lima sekolah vokasi yang terletak di sekitar lokasi kilang.

Rektor Universitas Pertamina Prof. Gusti Wiratmaja Puja mengungkapkan, revitalisasi ini bertujuan agar kurikulum yang sudah diterapkan di sekolah vokasi saat ini dapat lebih sreg dengan kebutuhan industri.

“Kami mencocokkan kurikulum yang sudah ada di sekolah-sekolah tersebut dengan perkembangan kebutuhan dunia industri energi. Sehingga, nantinya para lulusan sekolah vokasi dapat memiliki kompetensi seperti yang diinginkan dunia industri,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Lulusan Prodi Vokasi Ini Hampir 100 Persen Terserap Kerja

Kurikulum vokasi baru yang telah dirampungkan tim Universitas Pertamina, disosialisasikan kepada lima politeknik di waktu yang berbeda, yakni AKAMIGAS Balongan, Politeknik Negeri Cilacap, Politeknik Negeri Samarinda, Politeknik Negeri Balikpapan, dan STT Migas Balikpapan.

Sosialisasi dilakukan secara hibrid (daring-luring) dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama Universitas Pertamina, Vice President of Finance Pertamina Foundation, Direktur Kemitraan Universitas Pertamina dan tim dosen, serta perwakilan PT Pertamina (Persero). Turut hadir seluruh jajaran direksi dan kepala program studi lima sekolah vokasi.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.