Growth Center
Powered by Kompas Gramedia

Sebagai bagian dari KOMPAS GRAMEDIA, Growth Center adalah ekosistem solusi yang memfasilitasi pertumbuhan organisasi dan individu untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka. Growth Center hadir untuk menjadi teman bertumbuh dalam mempercepat pertumbuhan dan transformasi melalui solusi sumber daya manusia berbasis teknologi yang teruji secara saintifik berdampak.

Kami meningkatkan pertumbuhan para individu melalui proses siklus yang berkelanjutan dari menemukan jati diri (discovery) hingga menyediakan pengembangan (development) yang diperlukan. Semua ini hadir dalam produk kami, Kognisi Discovery dan Kognisi Development untuk memfasilitasi individu untuk mengenal dirinya sendiri dan berkembang sesuai dengan keunikan (idiosyncrasy) mereka.

Silakan kunjungi situs kami www.growthcenter.id dan info kolaborasi lebih lanjut bisa kirim surel ke info@growthcenter.id.

 

4 Tipologi Grit: Kamu Termasuk yang Mana?

Kompas.com - 12/03/2021, 13:03 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

 

Oleh: Andrea Lusi Anari*

KOMPAS.com - Dalam buku "Grit, The Power of Passion and Perseverance", Angela Duckworth memperkenalkan istilah 'Distracted by Talent’. Artinya, situasi di mana kita terlalu berfokus pada talenta dan mengabaikan upaya—yang justru menjadi faktor penting dalam mencapai keberhasilan.

Kalau menurutmu, mana yang lebih penting, talenta atau upaya?

Beberapa tahun yang lalu, kita sering mendengar istilah "War for Talent", yaitu situasi yang menggambarkan sengitnya persaingan antar perusahaan dalam memperebutkan best talent, orang-orang terbaik.

Situasi ini terjadi karena adanya keyakinan bahwa sumber daya manusia adalah kunci keberhasilan sebuah organisasi. Artinya, kemampuan organisasi untuk memiliki—merekrut dan mempertahankan—orang-orang terbaiknya akan menentukan jatuh-bangun organisasi.

Dalam konteks "War for Talent", talenta pada umumnya didefinisikan sebagai serangkaian kemampuan individu yang terdiri atas bakat, keterampilan, pengetahuan, kepribadian, dan kapasitas lain yang terkait dengan intelegensi.

Dalam penerapannya, pemahaman tersebut diimplementasikan ke dalam berbagai sistem dan mekanisme pengelolaan sumber daya manusia di dalam organisasi, mulai dari proses rekrutmen, pengembangan, dan pengelolaan talenta (talent management).

Intinya, sistem dan mekanisme tersebut dibangun untuk menyaring dan mendapatkan talenta-talenta terbaik menurut parameter yang dibuat oleh suatu organisasi.

Salah satu parameter yang digunakan untuk melakukan seleksi talenta, khususnya di dalam proses hiring, adalah inteligensi. Pada kenyataannya, praktik tersebut tidak selalu membawa hasil baik.

Namun, justru secara tidak langsung menumbuhkan lingkungan kerja yang kurang sehat dan kurang berintegritas karena setiap orang berlomba-lomba untuk menunjukkan bahwa mereka yang terbaik dan layak dipertahankan di organisasi.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.