Kompas.com - 08/03/2021, 17:30 WIB
Saluran irigasi di Kampung Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta yang dahulu dipenuhi sampah kini disulap menjadi tempat budi daya ikan, Kamis (22/10/2020). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOSaluran irigasi di Kampung Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta yang dahulu dipenuhi sampah kini disulap menjadi tempat budi daya ikan, Kamis (22/10/2020).

KOMPAS.com - Bagi petani ikan perlu memikirkan cara untuk meningkatkan produksinya. Selain pemberian pakan, kualitas air yang bagus juga mempengaruhi budidaya ikan.

Tak hanya soal kualitas pakan dan ikan, limbah yang dihasilkan dari budidaya ikan juga perlu diperhitungkan agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Penanganan limbah dalam budidaya ikan ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi para petani.

Dosen Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Susilo Budi Priyono menerangkan, limbah budidaya ikan yang utama berasal dari pakan ikan.

Baca juga: Cara Ampuh Usir Tikus di Rumah ala Ahli Tikus IPB

Limbah budidaya ikan paling banyak berasal dari pakan

Misalnya dari penggunaan bahan-bahan kimia seperti garam, kapur, obat-obatan, vaksin juga akan menimbulkan limbah pada budidaya ikan.

“Belum lagi jika ikan terkena penyakit, limbahnya juga bisa berupa penyakit. Pakan yang kita berikan mengandung protein, unsur hara yang ada di dalamnya adalah nitrogen. Pakan yang diberikan tidak semuanya dimakan ikan,” urai Susilo Budi seperti dikutip dari laman Kagama.co, Senin (8/3/2021).

Menurut Susilo, jumlah pakan yang tidak dikonsumsi ikan, diperkirakan jumlahnya sekitar 15 hingga 20 persen. Sisanya dicerna ikan dan menjadi daging ikan.

"Namun, sayangnya yang menjadi daging hanya 30 persen. Nah, selebihnya menjadi limbah sebanyak 70 persen. Entah dalam bentuk feses, urine, atau keluar melalui insang,” ungkap Susilo.

Baca juga: Guru Besar UGM: Tumbuhkan Regenerasi Petani dengan Cara Ini

Salah satu penyebab limbah dalam budidaya ikan disebut sebagai sindrom Nitrogen (N). Sindrom Nitrogen ini juga kerap menjadi masalah karena bahan organik yang berasal dari sisa pakan dan kotoran ikan nantinya akan mengalami perombakan. Kemudian larut menjadi amoniak (NH3) atau amonium (NH4+) dan ini akan menjadi racun.

Penanganan limbah budidaya ikan ada beberapa cara. Antara lain:

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X