Kompas.com - 07/03/2021, 08:17 WIB
ilustrasi dating app user theverge.comilustrasi dating app user
|

KOMPAS.com - Kecanggihan teknologi dan internet membawa berbagai manfaat bagi manusia. Orang dengan mudah menjalin pertemanan melalui dunia maya. Kemudahan karena internet ini, ternyata juga dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggungjawab untuk menarik keuntungan pribadi.

Salah satunya dengan fenomena love scam atau scammer love. Aksi ini merupakan tindakan penipuan berkedok asmara. Biasanya pelaku memakai trik kepercayaan yang melibatkan perasaan korban kemudian memanfaatkan niat baik itu untuk melakukan penipuan.

Menurut Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sekaligus Ketua Pusat Kajian Law, Gender, and Society UGM, Sri Wiyanti Edyyono, penipuan berkedok asmara atau cinta atau yang dikenal dengan love scam semakin marak terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satunya karena perkembangan teknologi dan internet menjadikan jangkauan love scam makin meluas.

"Love scam ini bukan fenomena baru dan banyak terjadi, tetapi yang lapor jarang," terang Sri Wiyanti Edyyono seperti dikutip dari laman ugm.ac.id, Sabtu (6/3/2021).

Baca juga: Webinar UAJY: Korban Body Shaming Harus Berpikir Positif

Kasus love scam jarang dilaporkan

Wiyanti mengungkapkan, biasanya kasus love scam tidak banyak diangkat atau dilaporkan karena sejumlah alasan yang dirasakan korban, antara lain:

1. Rasa malu pada korban

2. Ketakutan dijadikan bahan candaan di media sosial

3. Kehawatiran disalahkan

"Takut dijadikan guyonan yang menyudutkan mereka. Lalu, bukan dianggap persoalan serius saat dilaporkan ke aparat penegak hukum kecuali mendapat sorotan publik," papar Wiyanti.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X