Kompas.com - 07/03/2021, 08:01 WIB
Pengendara melintas di Bundaran Tugu Kota Malang saat turun gerimis, Jumat (5/7/2019) ANDI HARTIKPengendara melintas di Bundaran Tugu Kota Malang saat turun gerimis, Jumat (5/7/2019)

"Untuk guru yang bertugas di sekolah negeri jumlahnya sekitar 14-15 ribu orang," ungkapnya saat dikonfirmasi.

Pelaksanaan vaksinasinya, menurut Arbani sudah dimulai pada Senin (1/3/2021).
Sedangkan untuk guru sekolah swasta, mantan Direktur RSUD Lawang itu mengaku belum tahu kapan pelaksanaan vaksinasinya.

"Kalau datanya sudah kami kantongi. Tapi kalau pelaksanaanya belum tahu," tuturnya.

Kabid Sekolah Menengah Pertama (SMP) Koko Subagio mengatakan telah mendapat arahan dari Kemendikbud di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro sekarang.

"Mandat sudah kami dapatkan melalui instruksi Menteri yaitu KBM tatap muka dimulai Juli ini, namun teknisnya akan bagaimana belum dijabarkan karena suratnya belum kami terima," kata Koko Subagio.

Kendati demikian, ia menjelaskan nantinya Dinas Pendidikan Kabupaten Malang akan menerapkan sistem pembelajaran per-shift dengan pembagian waktu sekolah pagi dan siang. Peraturan pembatasan kuota rombongan belajar juga akan diberlakukan. Tiap rombel berisi 50 persen per-shift.

"Untuk antisipasi karena masih pandemi, kita adakan shift pagi dan sore agar kondusif dan tidak menimbulkan kerumunan saat KBM, selain itu sekolah juga wajib menyediakan sarana dan prasarana protokol kesehatan," urainya.

Tatap Muka Kelas IX SMP dan Kelas VI SD

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Batu juga mempersiapkan sarana dan prasarana sekolah. Meski, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menyampaikan kondisi Kota Batu saat ini masih belum semua masuk zona hijau. Sehingga, pembelajaran sekolah masih dilakukan secara daring.

"Tapi untuk menyiapkan sekolah tatap muka, kami sudah minta agar kepala sekolah dan guru tetap ngantor," kata Punjul Santoso.

Dia menjelaskan, salah satu tujuannya agar kepala sekolah dan guru tahu kondisi lingkungan sekolah. Sehingga, saat diterapkan pembelajaran tatap muka, pihak sekolah sudah siap. "Jangan sampai saat sudah tatap muka ada ruang yang bocor dan lingkungan sekolah kotor," jelas dia.

Kata Punjul, hal ini juga bisa dimanfaatkan kepala sekolah dan guru membuat konsep. Misalnya, menentukan nomor absen genap dulu atau ganjil dulu yang masuk. "Termasuk juga harus menyiapkan kurikulumnya. Makanya, Bu Wali (Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko) tetap minta agar kepala sekolah dan guru masuk," ungkap dia.

Punjul menambahkan, kemungkinan besar yang bakal disiapkan mengikuti pembelajaran tatap muka lebih dulu adalah murid di kelas tertinggi di setiap jenjang. Seperti kelas IX untuk SMP dan kelas VI untuk SD. "Teknisnya kelas tinggi dulu, terus evaluasi, baru kelas bawahnya," ungkap mantan anggota dewan ini.

Baca juga: PGRI Minta Syarat Vaksin Guru Honorer Jangan Hanya dari Dapodik

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X