Kompas.com - 01/03/2021, 11:52 WIB
Ilustrasi mahasiswa lulus kuliah. ShutterstockIlustrasi mahasiswa lulus kuliah.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wikan Sakarinto mengatakan, nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bukan penentu kesuksesan mahasiswa di masa depan.

"Kalau IPK jaminan sukses, maka itu salah. IPK tinggi, ya itu memang harus tinggi. Kalau IPK tidak mencukupi, maka kesulitan untuk dihubungi dunia kerja," ungkap dia melansir laman UNS, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Guru Besar UNS: Nama Awal Surakarta adalah Sala

Menurut dia, langkah terpenting yang harus diambil perguruan tinggi adalah membekali mahasiswanya dengan kompetensi yang mumpuni sebelum masuk ke dunia kerja.

Khusus untuk persiapan memasuki dunia kerja, dia meminta lulusan perguruan tinggi UNS tidak hanya mengandalkan ijazah kompetensi.

Melainkan, kata dia, lulusan UNS harus mengutamakan komampuan kognitif, soft skill, dan karakter.

"Kompetensi bukan sekedar mengandalkan ijazah kompetensi. Itu gabungan antara kognitif, soft skill, dan karakter. Tapi, setelah diterima (dunia kerja) maka yang berfungsi selamanya, soft skill," ucap dia.

Wikan menegaskan, perusahaan atau industri banyak mengeluhkan kualitas lulusan perguruan tinggi yang dinilai kurang tahan terhadap tekanan saat bekerja.

Baca juga: ITB Rekrut 4.620 Mahasiswa Lewat Jalur 3 Seleksi

"Ada data komplain dunia kerja kepada lulusan, yakni kurang dapat berkomunikasi, kurang dapat bekerjasama, kurang inisiatif, dan mudah bosan," sebut dia.

Kerjasama perguruan tinggi dengan DUDI

Dia menyampaikan, demi mengatasi komplain itu, Kemendikbud berkomitmen mewujudkan link and match antara perguruan tinggi dengan dunia kerja dan dunia industri (DUDI).

"Ada 8 poin yang kita dorong link and match. Kenapa? Karena kita ingin menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dunia kerja," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X