Kompas.com - 28/02/2021, 21:49 WIB
Rangkaian kegiatan Faber-Castell periode 2019/2020 Family Art Competitions (FACT), Family Colouring Competitions (FCC) dan Teacher Competitions (TC) yang digelar sebelum pandemi Covid-19. DOK. FABER CASTELLRangkaian kegiatan Faber-Castell periode 2019/2020 Family Art Competitions (FACT), Family Colouring Competitions (FCC) dan Teacher Competitions (TC) yang digelar sebelum pandemi Covid-19.

KOMPAS.com - Psikolog Perkembangan Universitas Gadjah Mada, Aisah Indati menyampaikan masa kanak-kanak merupakan masa bermain, di mana pada masa itu merupakan masa keemasan (golden period).

Pada masa keemasan ini dibutuhkan beberapa stimulasi dari lingkungan sekitar, supaya anak mengalami perkembangan yang optimal.

Perkembangan optimal, jelasnya, akan tercapai apabila anak memperoleh stimulasi yang bervariatif, seperti misalnya stimulasi yang bersifat motorik, emosi, sosial, serta pengamatan.

Aisah Indati menjelaskan, pengamatan yang dimaksud, misalnya dapat diperoleh saat anak belajar mengamati beragam warna dan bentuk yang ada saat menggambar atau mewarnai.

Hal ini akan memacu inisiatif dan kreativitas anak.

Baca juga: 5 Tips bagi Orangtua agar Anak Mau Bekerja Sama

Dari sisi emosi dan sosial yakni saat anak bereksplorasi dengan alat mewarnai, salah satunya melalui proses mencampur berbagai macam warna, hal tersebut mengasah kepekaan emosi (yang melibatkan kreativitas dan inisiatif), serta interaksi sosial anak.

Sementara stimulasi motorik halus diperoleh saat anak bereksplorasi menggunakan media pewarna, craft, maupun kertas origami, akan melatih kepekaan motorik halus dalam diri anak, ungkap Indati.

Indati menambahkan kecerdasan emosional anak, amat memegang peranan penting tidak
hanya untuk saat ini namun juga di kehidupannya di masa depan dan hal itu dapat diraih
melalui lingkungan yang sehat, mendukung serta diberikan stimulasi-stimulasi.

Indati mengungkapkan, dalam teori kecerdasan emosional "Buku Handbook of Intelligence", Goleman menjabarkan dengan kecerdasan emosional yang baik hal tersebut pada akhirnya mendorong lahirnya kemampuan dalam memahami emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, memahami emosi orang lain serta memelihara hubungan.

Terkait hal itu, Poduct Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Richard Panelewen mengungkapkan di masa pandemi saat ini banyak anak menghabiskan waktunya hanya melalui pendidikan secara daring/online.

"Banyak waktu hanya digunakan bermain games, menonton tv, bahkan bermain sosial media, sehingga kebutuhan anak untuk mendapatkan pendidikan yang bernilai positif dan tentunya memiliki unsur kreativitas, terabaikan," ungkap Richard melalui rilis resmi.

Richard menjelaskan, inilah yang kemudian mendorong pihaknya meluncurkan Faber-Castell Creative Art Series, yang saat ini atas enam lini produk meliputi; Stone Deco Art, Colour Your Own Tote Bag, Origami Fashion Design, 3D Art Frame, Make Your Own Kite, dan Air Jet Sport Car.

"Melalui produk ini, diharapkan kembali dapat kembali menumbuhkan bonding di keluarga, interaksi antara anggota keluarga, dan juga sebagai stress relief serta karya yang di hasilkan bisa dipajang/disimpan sehingga bisa menumbuhkan rasa percaya diri dan menjadi memori yang baik bagi anak," pungkas Richard.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X