Kompas.com - 28/02/2021, 08:00 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19, uji vaksin Covid-19 pada varian virus corona Afrika Selatan. Novovax dan Johnson and Johnson ujikan vaksin virus corona pada varian baru virus corona Afrika Selatan, hasilnya efikasi vaksin kurang efektif. SHUTTERSTOCK/PalSandIlustrasi vaksin Covid-19, uji vaksin Covid-19 pada varian virus corona Afrika Selatan. Novovax dan Johnson and Johnson ujikan vaksin virus corona pada varian baru virus corona Afrika Selatan, hasilnya efikasi vaksin kurang efektif.

KOMPAS.com- Rencana Presiden Joko Widodo agar pembelajaran tatap muka bisa diselenggarakan pada Juli 2021 mendapat respon pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta agar program vaksinasi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan segera tuntas sebelum pembelajaran tatap muka dimulai.

Syaiful mengatakan vaksinasi menjadi sorotan besar karena saat ini Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai alternatif pola belajar selama pandemi Covid-19 banyak dikeluhkan siswa, guru, maupun orang tua siswa.

“Kami menilai target Presiden Jokowi untuk membuka sekolah dan mengadakan pembelajaran tatap muka Juli mendatang harus didukung. Dengan demikian ancaman loss learning bagi anak-anak kita bisa diminimalkan,” terang Syaiful dilansir dari laman resmi DPR.

Baca juga: Selain Vaksin untuk Guru, Ada Dua Indikator Belajar Tatap Muka

Politisi Fraksi PKB itu mengatakan ada kendala yang ditemukan selama pembelajaran jarak jauh. Misalnya, tidak meratanya sebaran infrastruktur teknologi. Seperti internet, komputer, atau handphone.

Akibatnya, banyak peserta didik maupun tenaga pendidik tidak mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif. Hingga kini, ia pun mengakui pembelajaran tatap muka masih menjadi metode pengajaran terbaik di Indonesia.

Baca juga: PGRI Minta Syarat Vaksin Guru Honorer Jangan Hanya dari Dapodik

Lebih lanjut, dimulainya proses vaksinasi kepada 5,2 juta guru dan tenaga pendidik ini patut diapresiasi. Menurut legislator dapil Jawa Barat VII tersebut, hal ini menjadi langkah awal untuk memastikan keamanan proses belajar mengajar dengan tatap muka di sekolah nanti.

“Dengan vaksinasi para guru maka mereka mempunyai imunitas untuk meminimalkan penularan Covid-19 kepada anak didik mereka. Dengan demikian saat ini tinggal mengatur bagaimana protokol kesehatan bagi anak didik agar proses belajar mengajar bisa berlangsung aman,” kata Huda.

Ke depannya, setelah proses vaksinasi berjalan pihaknya berharap sekolah harus bisa mengatur jam sekolah dalam sistem rotasi sehingga tidak terjadi kerumunan.

Bahkan, jika perlu untuk tahap awal sekolah tidak menerapkan jam pelajaran secara penuh. Melainkan secara bertahap dengan memperhatikan situasi dan kondisi sekitar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X