Kompas.com - 27/02/2021, 16:36 WIB

KOMPAS.com - Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta aturan mengenai vaksinasi yang berlaku bagi guru dan tenaga kependidikan agak dilonggarkan.

Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi meminta pemerintah agar vaksinasi tidak khusus bagi mereka yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Menurut Unifah, basis Dapodik akan menyulitkan para guru. Sebab, ada banyak guru dan tenaga kependidikan honorer yang tidak akan mendapatkan vaksin Covid-19.

"Kalau di Dapodik banyak honorer yang tidak masuk di dalamnya, jadi harus berhati-hati. Kalau basisnya Dapodik, banyak honorer yang tidak kena (vaksin)," kata Unifah dalam diskusi Vaksinasi Tahap 2: Prioritaskan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, di kanal Youtube Kemkominfo TV.

Baca juga: Kemenkes: Vaksin Guru Perlu Perhatikan 4 Syarat Ini

Sebagai solusinya, Unifah menawarkan program vaksinasi guru dan tenaga kependidikan berdasarkan data riil di lapangan. Hal tersebut untuk memastikan vaksinasi menyasar kepada guru yang akan menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Jangan sampai hanya dari Dapodik, kemudian yang riil itu tidak terbawa, nanti jadi ramai. Kita semua masih dalam proses untuk melakukan PJJ, diprioritaskan agar kita semua berpikir bahwa pembelajaran bisa segera dilakukan," terang Unifah.

Akan dipetakan zona vaksinasi

Disisi lain, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (GTK Dikmensus) Kemendikbud, Yaswardi mengatakan nantinya akan memetakan zona vaksinasi.

"Kita perlu melihat kondisi sekolah, wilayah mana saja yang perlu menjadi pertimbangan. Termasuk melihat data Dapodik dan secara riil. Nanti akan dibuat zona. Kami prioritaskan pada 7 provinsi lalu bertahap, provinsi lainnya," kata dia.

Ia menerangkan, para guru dan tenaga kependidikan yang terdaftar cukup membawa identitas diri ke lokasi vaksinasi yang ditentukan pemerintah daerah (Pemda).

Namun, jika tidak terdaftar, para guru dan tenaga kependidikan dapat menyertakan surat pernyataan dari pimpinan satuan pendidikan dan membawa surat tersebut ke lokasi vaksinasi.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.