Kompas.com - 27/02/2021, 14:06 WIB
Dalam webinar yang diadakan Sevima, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Dr. Paristiyanti Nurwandani berharap semua mahasiswa mengoptimalkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Dokumen SevimaDalam webinar yang diadakan Sevima, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Dr. Paristiyanti Nurwandani berharap semua mahasiswa mengoptimalkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
|

Upgrade skill di luar perkuliahan

Program Kampus Merdeka disiapkan untuk melatih mahasiswa agar bisa beradaptasi dan meng-upgrade skill-nya di luar perkuliahan. Ketika mahasiswa mulai memasuki semester 4, mereka diharapkan mampu mengasah minat dan bakat mereka sesuai dengan tujuan dan kepentingan masing-masing.

"Melalui program Kampus Merdeka ini diharapkan mahasiswa mampu mengasah minat dan bakat mereka ketika memasuki semester 4. Mereka bisa memenuhi skill sesuai dengan tujuan dan kepentingan sesuai tujuan masing-masing," beber Paristiyanti.

Baca juga: Dosen Unsoed Kembangkan Alat Deteksi Kualitas Jeruk

Menurutnya, agar mahasiswa mudah meraih mimpinya, mereka mulai merancang cita-citanya dari semester 5. Ini diharapkan agar mahasiswa sudah siap dengan kehidupan pascakampus. Dengan demikian, mahasiswa bisa memilih program-program pendidikan yang mereka kehendaki di luar kelas.

Bahkan untuk mendukung mahasiswa berkarya di luar kelas, negara siap memfasilitasi. Misalnya untuk industri yang mengakomodasi pemagangan berbasis vokasional, diberikan Super Deduction Tax (Diskon Pajak) sebesar 200 persen dari nilai biaya pendidikan.

"Ada juga program Kedaireka, di mana Kemendikbud mendanai Matching Fund yakni biaya fasilitasi industri dan perguruan tinggi. Supaya civitas kampus bisa mengerjakan proyek dan konsultasi di dunia industri," paparnya.

Kolaborasi perguruan tinggi dengan industri

Direktur Utama Sevima Sugianto Halim menyampaikan, kolaborasi seperti ini sudah dinantikan oleh pihak industri. Bahkan, pihaknya sudah sempat menawarkan kepada dosen maupun civitas akademik kampus untuk bekerja di perusahaan yang dipimpinnya sebagai Tenaga Ahli, Terampil, maupun dalam kapasitas konsultasi.

"Nah, masalah dosen di masa lampau adalah dilema terkait tugasnya di kampus yang tidak dapat ditinggalkan maupun bertentangan dengan ajakan untuk membantu industri. Melalui program Kampus Merdeka, hal ini justru akan difasilitasi dan dijadikan tugas dosen," ungkap Sugianto Halim.

Baca juga: Dosen UGM Kembangkan Spons Laut dan Minyak Atsiri sebagai Antiinfeksi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X