Kompas.com - 27/02/2021, 08:00 WIB
Jubir Covid 19, Nadia Tarmidzi, Ketua PGRI Unifah Rosyidi dan Direktur GTK Kemendikbud Yaswardi membahas vaksinasi tahap II untuk pendidik dan tenaga pendidik. DOK.tangkapan layar Kemkominfo TVJubir Covid 19, Nadia Tarmidzi, Ketua PGRI Unifah Rosyidi dan Direktur GTK Kemendikbud Yaswardi membahas vaksinasi tahap II untuk pendidik dan tenaga pendidik.

KOMPAS.com- Vaksinasi Tahap II bagi pendidik dan tenaga pendidik memang prioritas Pemerintah Indonesia dengan harapan, Juli 2021 siswa dan guru bisa menggelar pembelajaran tatap muka.

Namun, Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pembukaan sekolah selain mempertimbangkan vaksinasi covid-19 pada pendidik dan tenaga kependidikan tetap membutuhkan hal lain dalam membuka pembelajaran tatap muka.

"Tentunya kita akan bahas komprehensif. Kita tidak bisa hanya lihat cakupan vaksinasi saja," katanya dikutip dari diskusi Vaksinasi Tahap 2: Prioritaskan Pendidik dan Tenaga Kependidikan di laman Youtube Kemkominfo TV.

Nadia menjelaskan, vaksinasi hanyalah salah satu langkah intervensi dalam pengendalian covid-19. Kalau sekolah ingin dibuka, dia menyebut ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan.

Baca juga: Setelah Vaksin untuk Guru, Perlukah Vaksin untuk Peserta Didik?

Pertama, pemerintah harus mempertimbangkan laju penularan covid-19. Kedua, kepatuhan masyarakat terhadap covid-19. Terakhir, Ketiga, cakupan vaksinasi yang sudah rampung dilakukan ketika sekolah hendak dibuka.

"Kalau memang bisa mencapai target 100 persen cakupan vaksinasi pada pendidik dan tenaga kependidikan, tentunya ini juga suatu hal yang bisa kita pertimbangkan, apakah sekolah bisa belajar tatap muka kembali," lanjut dia.

Nadia mengatakan, memang vaksinasi bagi pendidik dan tenaga pendidik sangat penting. "Karena dipastikan kita akan mendapatkan perlindungan dari vaksin tersebut. Seluruh kluster pada guru diberikan vaksin agar tercipta 100 persen kekebalan kelompok guru," kata Nadia.

Baca juga: Hanya Satu Syarat Ini agar Guru Bisa Terima Vaksin Covid-19

Dengan adanya proteksi dalam diri dan kekebalan yang dibangun bersama satu komunitas, hal itu bisa melindungi kelompok yang belum tersentuh vaksin misalnya siswa di bawah usia 18 tahun.

"Untuk itu baik guru ASN maupun Honorer semua wajib di Vaksin. Saat ini, fokus tahap II berada di tujuh provinsi Jawa-Bali," kata dia.

Terutama, pendidik dan tenaga pendidik yang berada di ibu kota provinsi sehingga bisa dituntaskan hingga minggu ketiga bulan Maret. "Ada 11 juta vaksin untuk memenuhi kebutuhan baik di luar ibu kota provinsi maupun provinsi itu sendiri," kata dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X