Kompas.com - 26/02/2021, 16:28 WIB
Santri putra mengaji di Pondok Pesantren An Nuqthah, Kota Tangerang, Banten, Kamis (18/6/2020). Pondok pesantren An Nuqthah kembali melaksanakan aktivitas setelah libur panjang akibat COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dan pengecekan kesehatan bagi santri yang baru tiba. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSantri putra mengaji di Pondok Pesantren An Nuqthah, Kota Tangerang, Banten, Kamis (18/6/2020). Pondok pesantren An Nuqthah kembali melaksanakan aktivitas setelah libur panjang akibat COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dan pengecekan kesehatan bagi santri yang baru tiba.

 

KOMPAS.com- Minat siswa untuk mengikuti Seleksi Nasional Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah Aliyah Negeri Unggulan semakin meningkat.

Pada 2020, pendaftar seleksi berjumlah 15.019. Tahun ini, meski naik tipis Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementrian Agama (Kemenag), Muhammad Ali Ramdhani menyebut peminta madrasah aliyah menunjukkan pertumbuhan.

Tahun ini ada 15.292 pendaftar. Ini pertanda Madrasah semakin favorit dan dipercaya orang tua siswa," kata Ali dilansir dari laman resmi Kemenag.

Naiknya peminat pendaftar adalah bukti kepercayaan publik kepada pendidikan madrasah. Hal itu, menurut dia, tak lepas dari upaya peningkatan mutu madrasah.

Baca juga: Kemenag: 3 Penentu Siswa Madrasah Naik Kelas pada 2021

"15 ribu pendaftar itu akan memperebutkan 2.883 kursi yang tersedia di 23 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia, 17 MAN Program Khusus, dan dua Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN)," terangnya.

Pelaksanaan seleksi sendiri berlangsung pada 27 dan 28 Februari 2021 yang bertempat di 61 lokasi. Sekolah yang diperebutkan tersebut merupakan sekolah unggulan yang menjadi andalan Kemenag dalam berbagai tipe madrasah.

"MAN Insan Cendekia merupakan madrasah sains yang memfokuskan diri pada ilmu pengetahuan dan teknologi," jelas Ali.

Baca juga: 4 Syarat Madrasah Swasta Mendapatkan Dana BOS

Selanjutnya, MAN Program Khusus adalah madrasah berciri khas keagamaan Islam yang menitikberatkan pada disiplin ilmu agama dan bahasa Arab. Sedangkan MAKN berfokus pada penyelenggaraan pendidikan kejuruan.

"Ketiga jenis madrasah ini memiliki kekhasan dalam muatan Agama yang lebih tinggi daripada sekolah umum," terang dia.

Menurutnya, jumlah pendaftar pada tahun ini meningkat tipis dari pada tahun lalu. Pada 2020, terdapat 15.019 pendaftar MAN unggulan Kemenag. "Ini pertanda Madrasah semakin favorit dan dipercaya orang tua siswa," ungkapnya.

Baca juga: Kemenag Persiapkan Skema Beasiswa S3 Bagi Dosen Mahad Aly

Naiknya kepercayaan publik, kata dia, merupakan buah dari upaya peningkatan mutu madrasah. Ali menambahkan, seleksi peserta didik baru ini merupakan salah satu instrumen menjaring peserta didik yang potensial.

Adapun serangkaian tes ujian ialah tes potensi skolastik, peserta didik akan diuji mulai dari kemampuan verbal, kemampuan kuantitatif atau numerik, kemampuan logika/penalaran, dan kepribadian.

Selain itu, ada tes potensi akademik yang meliputi bidang studi Matematika, IPA (Fisika dan Biologi), Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Arab.

Baca juga: Masih Terjebak Banjir, Guru MAN di Kalimantan Selatan Aktif Mengajar



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X