Kompas.com - 26/02/2021, 07:00 WIB
Nadiem Makarim menjelaskan dana bos 2021 DOK.tangkapan layar yotube kemendikbudNadiem Makarim menjelaskan dana bos 2021

KOMPAS.com- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2021 bervariasi setiap sekolah dan daerah. 

"Di daerah kawasan kepulauan hingga Indonesia Timur itu memiliki Indeks Kemahalan tertinggi. Misal, biaya finansial, logistik dan supply bahan dasar yang mahal, maka kenaikan dana BOS-nya harus lebih tinggi. Kami mengukurnya juga dari kejauhan area. Ini cara kami agar teman di Papua, Maluku, NTT bisa meningkatkan kualitas pembelajaran," kata Nadiem dilansir dari laman Youtube Kemendikbud saat konferensi pers daring dengan tajuk Sosialisasi Kebijakan BOS dan DAK Fisik 2021, Kamis (25/2/2021).

Selain indeks kemahalan daerah, perhitungan kesulitan akses untuk mencapai sekolah tersebut juga diperhitungkan.

Baca juga: Dana BOS 2021, Mendikbud Nadiem: Gunakan untuk Persiapan Tatap Muka

Indonesia memiliki berbagai macam daerah yang kebutuhannya tidak sama satu dengan lainnya. Bisa jadi, daerah tertentu membutuhkan biaya lebih tinggi dari daerah lainnya.

"Sekarang bayangkan, sebelumnya kita tidak mengambil faktor bahwa untuk membangun sesuatu di daerah tertentu bisa saja 1,5 kali lebih mahal dari daerah lainnya, sehingga sekolah di daerah terluar, tertinggal mereka yang paling dirugikan," kata Nadiem.

Maka di 2021, dana BOS siswa SD jika dulunya seragam sebesar Rp 900.000 kini bisa saja tertinggi siswa mendapatkan Rp 1,9 juta.

Peningkatan dana BOS di daerah tertentu otomatis bisa meningkat cukup drastis. Misalnya, di Kabupaten Timur Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat 5-6 persen lebih besar dari tahun sebelumnya.

Baca juga: PGRI: Vaksinasi Guru Mempercepat Pembelajaran Tatap Muka

Selain itu, di Kepulauan Aru, Maluku biaya distribusi logistik dan konstruksi diperhitungkan dalam pemberian dana BOS. Peningkatan di Kepulauan Aru, kata Nadiem meningkat cukup dramatis yakni sekitar 40-50 persen.

Contoh lainnya di Kabupaten Intan Jaya Papua, di SD YPKK Sanepa dana BOS naik 117 persen. Sekolah-sekolah lain di kabupaten tersebut juga mengalami kenaikan dana BOS lebih dari 100 persen.

Untuk itu, Nadiem menjelaskan rentangan dana BOS antar wilayah mulai dari terendah hingga tertinggi sebagai berikut:

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X