Program Pesantren Hijau, Dorong Pesantren Jadi Agen Perubahan Iklim lewat PLTS Atap

Kompas.com - 24/02/2021, 14:09 WIB
Webinar Potensi Pemanfaatan Tenaga Surya di Pesantren digelar dalam rangka peringatan hari jadi Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-95 tahun (14/2/2021) kolaborasi PBNU, SUN Energy dan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI). DOK. PBNUWebinar Potensi Pemanfaatan Tenaga Surya di Pesantren digelar dalam rangka peringatan hari jadi Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-95 tahun (14/2/2021) kolaborasi PBNU, SUN Energy dan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI).

KOMPAS.com - Pesantren sebagai pusat keagamaan dan pusat pendidikan diharapkan juga menjadi agen perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk penyelamatan lingkungan.

Hijroatul Maghfiroh dari Lembaga Perubahan Iklim PBNU mengatakan NU sangat memberikan perhatian terhadap masalah lingkungan karena lingkungan sangat berpengaruh kepada perubahan iklim.

“Hari jadi yang ke-95 bisa menjadi momentum bagi persantren-pesantren binaan PBNU untuk menggalakkan Kembali program Pesantren Hijau. Kami telah cukup aktif untuk menerapkan program pengelolaan sampah, pemanfaatan sumber air," ujar Hijroatul Maghfiroh.

Tahap selanjutnya, ia berharap pihaknya juga dapat berpartisipasi dalam mengembangkan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) lewat pemanfaatan PLTS (pembangkit listrik tenaga surya).

"Maka dari itu pertemuan kali ini sungguh bermanfaat bagi Lembaga Perubahan Iklim PBNU dan berharap nantinya dapat benar-benar diterapkan dan menjadi media belajar yang baik bagi para santri,” ungkap Hijraotul Maghfiroh dalam forum diskusi digelar PBNU, Sun Energy dan Asosiasi Energi Surya Indonesia (24/2/2021).

Baca juga: Bantu Santri Pesantren, Kemenag Alokasikan Rp 307 Miliar

Pesantren agen perubahan

Forum ini menjadi forum diskusi untuk menjajaki manfaat yang bisa didapatkan baik dari sisi penghematan listrik maupun dari sisi ilmu pengetahuan tentang perkembangan teknologi PLTS di Indonesia.

“Pemanfaatan PLTS di pesantren sangat mendesak. Pesantren bisa menjadi agen perubahan yang bisa mendorong masyarakat agar mereka memanfaatan energi surya," tegas Syaikhul Islam, anggota komisi VII DPR.

Ia berharap, "alangkah lebih baik lagi apabila di masa depan, pesantren-pesantren itu bisa badan usaha yang bisa menghasilkan listrik untuk dijual ke PLN, bukan hanya memanfaatkan energi surya untuk mencukupi kebutuhan listrik pesantren saja.” 

Dukungan program Pesantren Hijau sebagai agen perubahan iklim energi terbarukan disampaikan I Made Aditya Suryawidya, Head of Business Solution SUN Energy, salah satu pengembang proyek sistem tenaga surya di Indonesia.

Aditya mengatakan, “beberapa tantangan yang dihadapi pihak yang dalam pemasangan PLTS adalah seperti investasi, teknis pemasangan dalam pemasanga, dan lain sebagianya. Di sinilah SUN Energy hadir dalam menciptakan energi surya."

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X