Kompas.com - 18/02/2021, 14:48 WIB
Ilustrasi UU ITE Kompas.com/Wahyunanda KusumaIlustrasi UU ITE

KOMPAS.com- Presiden Joko Widodo sempat mewacanakan untuk merevisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.

Revisi ini dilakukan untuk menghapus sejumlah pasal karet atau pasal multitafsir pada Undang-undang tersebut.

Bagi pakar hukum teknologi, informasi, dan komunikasi Universitas Padjadjaran Sinta Dewi, revisi UU ITE ini dipandang baik.

Hal ini agar masyarakat tetap bisa mendapatkan keadilan di mata hukum. Namun di sisi yang lain, harus memuat sanksi tegas yang bisa diberikan.

“Pertimbangan ini memang tidak mudah,” ujar Sinta dilansir dari laman resmi Unpad.ac.id.

Baca juga: Unpad Bakal Uji Klinis Fase 3 Vaksin Rekombinan Covid-19 Anhui

Ia mengatakan, revisi UU ITE ini sedikit susah. Karena penerapan UU ITE menimbulkan dua sisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di satu sisi, jika tidak ada sanksi tegas, orang akan dengan seenaknya memublikasikan beragam unggahan di internet maupun media sosial.

Namun, di sisi lain UU ini akan berhadapan dengan kebebasan orang mengeluarkan pendapat.

Polemik serupa tidak hanya terjadi di Indonesia. Dosen Fakultas Hukum Unpad ini menjelaskan, sejumlah negara berkembang juga dihadapkan pada polemik hukum dengan kebebasan berpendapat.

Apalagi, kondisi ini didukung dengan belum baiknya literasi digital di masyarakat.

Baca juga: Pakar UGM: Virus Nipah Berpotensi Jadi Ancaman Pandemi Baru

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.