Kompas.com - 11/02/2021, 17:38 WIB
Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan program pengabdian masyarakat berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup di Pedukuhan Mojolegi, Karangtengah, Bantul.
Dokumen UMYLembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan program pengabdian masyarakat berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup di Pedukuhan Mojolegi, Karangtengah, Bantul.

KOMPAS.com - Permasalahan lingkungan terus menjadi sorotan berbagai pihak. Khususnya masalah sampah yang masih menjadi PR besar di sejumlah daerah.

Banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari keberadaan sampah jika tidak dikelola dengan baik. Bahkan keberadaan sampah juga bisa menjadi pemicu bencana banjir di beberapa daerah.

Meski banyak dampak negatif terkait keberadaan sampah, namun fakta di lapangan, belum banyak masyarakat yang paham cara mengelola sampah dengan baik. Termasuk tentang Reuse, Reduce dan Recycle (3R).

Baca juga: Guru Besar IPB Temukan Formula Minuman Penurun Gula Darah

Melihat permasalahan lingkungan ini, Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berkomitmen mendukung terwujudnya Kampung Ramah Lingkungan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Wujudkan kampung ramah lingkungan

Dalam mewujudkan komitmen tersebut, LP3M UMY melaksanakan program pengabdian masyarakat berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, di Pedukuhan Mojolegi, Karangtengah, Bantul.

Kepala Divisi Pengabdian dan Pelayanan Masyarakat LP3M UMY Dr. Adhianty Nurjanah mengatakan, bentuk program ini dilaksanakan dengan mendukung penduduk Mojolegi untuk sadar akan kebersihan lingkungan melalui pembentukan Bank Sampah Mojomanis.

Baca juga: Daur Ulang Sampah, Tetra Pak Buka Booth Edukasi di Taman Pintar

Selain itu LP3M UMY juga memberikan pelatihan kepada warga Mojolegi serta pemberian hibah alat.

Berikan pelatihan kelola sampah

Rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan terkait manajemen pengelolaan Bank Sampah.

Dalam kegiatan pelatihan ini turut dihadirkan pembicara Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Salakan Bersemi, Jumali. KSM Salakan Bersemi ini sering menjadi Bank Sampah percontohan di Yogyakarta.

Pihak LP3M UMY juga memberikan hibah bantuan untuk mendukung proses keberlangsungan Bank Sampah Mojomanis. Hibah yang diberikan berupa timbangan duduk, struktur organisasi, papan nama sekretariat organisasi, seragam pengelola Bank Sampah Mojomanis, sarung tangan untuk pemilahan sampah, buku tabungan nasabah, dan buku administrasi.

Ketua Pengurus Bank Sampah Mojomanis Lisa Susanti menambahkan, adanya kolaborasi pengabdian yang dilakukan LP3M dan juga Dinas Lingkungan Hidup ini sangat membantu warga untuk bisa mewujudkan Mojolegi sebagai kampung ramah lingkungan.

Baca juga: Sampah Medis Covid-19 Meningkat, Menristek Siapkan Skema Limbah

“Kami menjadi semangat dan mengetahui langkah apa yang harus kami lakukan untuk mengembangkan Bank Sampah Mojomanis serta bagaimana turut serta mewujudkan Mojolegi sebagai Kampung Ramah Lingkungan,” ungkap Lisa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X