Kompas.com - 11/02/2021, 12:20 WIB
Penggagas Gerakan Sekolah Menyenangkan, Muhammad Nur Rizal, dalam workshop Penguatan Soft Skill melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan yang digelar GSM bersama Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) pada Senin, 08/02/2021.

DOK. GSMPenggagas Gerakan Sekolah Menyenangkan, Muhammad Nur Rizal, dalam workshop Penguatan Soft Skill melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan yang digelar GSM bersama Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) pada Senin, 08/02/2021.

KOMPAS.com - Penggagas Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), Muhammad Nur Rizal, menegaskan Indonesia perlu menciptakan renaisans guna mendorong revolusi pikir terhadap paradigma pendidikan.

Hal ini disampaikan Rizal dalam workshop "Penguatan Soft Skill melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan" yang digelar GSM bersama Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) pada Senin, 08/02/2021.

"Indonesia perlu menciptakan renaisans di bidang pendidikan. Revolusi pikir terhadap paradigma pendidikan harus sudah terjadi saat ini," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Rizal menyampaikan, menarik untuk dipahami bahwa ternyata tren global yang akan terjadi di masa akan datang membuat semakin banyak individu semakin berdaya (individual empowerment).

"Artinya, sebenarnya di masa depan akan banyak individu yang punya kesempatan akses ke informasi, pengetahuan dan sumber daya," jelasnya.

Baca juga: Mendobrak Pengajaran Dogmatis dengan Pendidikan Bernalar

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Pemberdayaan individu

Hal ini dapat terjadi karena Rizal menilai nature dari teknologi yang mudah, murah dan cepat untuk diakses karena adanya cloud computing dan semakin beragamnya teknologi sehingga kesempatan setiap individu untuk akses informasi menjadi lebih luas.

"Akibat dari itu, sebenarnya semakin banyak individu dari kelas menengah yang taraf dan kualitas kehidupannya justru semakin meningkat di masa depan. Akses kesehatan dan pendidikan semakin membaik dan ekonomi semakin meningkat," ungkap Rizal.

Oleh karena akses terhadap pengetahuan, Rizal menambahkan, informasi dan sumber daya semakin meningkat, maka semakin banyak individu yang memiliki power.

"Artinya, tren yang akan terjadi di masa depan adalah terjadinya diffusion of power. Dulu power hanya dimiliki oleh segelintir penguasa dan elitis sehingga kontrol berasal dari pusat," kata Rizal.

Ia melanjutkan, "Namun, semakin ke depan, power akan tersebar ke individu-individu bahkan kelas menengah sehingga kelas menengah akan semakin meningkat di masa depan. Fenomena ini disebut dengan Global Middle Class."

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.