Kompas.com - 06/02/2021, 20:16 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani. Dokumen Kemenag RIDirektur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani.
|

KOMPAS.com - Dalam kondisi pandemi saat ini, sejumlah kebijakan diberlakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Termasuk bagi semua kalangan pelajar juga masih menjalani pembelajaran online dengan mengoptimalkan teknologi yang ada.

Selaras dengan kebijakan dari pemerintah, Kementerian Agama (Kemenag) meminta Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menerapkan Digital University.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani. Menurutnya, PTKI diminta segera menyiapkan pembelajaran berbasis digital yang dapat diimplementasikan secara lintas program dan lintas kampus.

"Masa pandemi yang panjang perlu dijawab dengan metode terobosan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa di zaman digital," kata Muhammad Ali Ramdhani saat berbicara di Rapat Kerja Pimpinan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember di Banyuwangi, Jumat (5/2/2021) lalu.

Kemenag minta PTKI terapkan digital university

Konsep digital university telah mendapat support teknologi yang tepat, namun perlu didukung regulasi yang jelas agar tidak eksesif.

Saat ini Kemenag tengah menggodok konsep digital university dan juga regulasi terkait implementasinya pada pendidikan tinggi.

Baca juga: Kemenag: Guru Non-Muslim Bisa Mengajar di Madrasah

"Salah satu konsen digital university adalah penekanan teknik transformasi jarak jauh yang sama efektifnya dengan tatap muka," kata Muhammad Ali Ramdhani.

Pada pembelajaran jarak jauh ini, lanjut Ramdhani, mahasiswa yang terdaftar di satu kampus, dapat mengikuti perkuliahan di kampus lain sesuai dengan minat dan konsen dari mahasiswa tersebut.

Ramdhani menambahkan, di tengah kondisi pandemi Covid-19 kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di lingkungan kampus PTKI sebenarnya sudah berjalan. Namun tingkat efektifitasnya belum sesuai espektasi.

Hal ini terjadi karena publik masih dalam masa transisi dan belum mencapai digital culture. Jika PJJ sudah menemukan celah dan sudah menjadi kebiasaan, tidak menutup kemungkinan efektivitas PJJ akan dirasakan dan hasilnya akan luar biasa.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X