Kompas.com - 06/02/2021, 10:02 WIB
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Institut Teknologi Sepuluh Nopember

KOMPAS.com - Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya alam melimpah. Guna melahirkan lulusan yang mampu mendukung potensi sumber daya alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka dua program studi (prodi) sarjana (S1) baru.

Dua prodi baru tersebut ialah Prodi Teknik Lepas Pantai di bawah Departemen Teknik Kelautan dan Prodi Teknik Pangan di bawah Departemen Teknik Kimia.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Adi Soeprijanto mengatakan, dua prodi baru tersebut dibentuk lantaran adanya keilmuan yang berbeda dari prodi yang sudah ada di masing-masing departemen tersebut.

Baca juga: BCA Buka Beasiswa Penuh Kuliah Bisnis Perbankan untuk Lulusan SMA-SMK

Rencananya, kata dia, dua prodi baru ini mulai menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2021/2022, namun hanya melalui jalur penerimaan Seleksi Kemitraan dan Mandiri (SKM).

“Hal ini lantaran proses pembentukan dua prodi ini masih berlangsung sampai saat ini,” paparnya seperti dilansir dari laman ITS, Sabtu (6/2/2021).

Teknik Lepas Pantai

Adi mengatakan, mahasiswa lulusan Teknik Lepas Pantai nantinya diharapkan mampu merancang bangunan lepas pantai terpancang (fixed offshore structure) dan bangunan lepas pantai terapung (floating offshore structure) serta bangunan lepas pantai bawah laut (subsea facilities) berdasarkan prinsip-prinsip rekayasa dengan mempertimbangkan standard, code, rules, regulation dan recommended practice.

Hal tersebut, paparnya, akan sangat mendukung bangsa Indonesia dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam yang terletak di lepas pantai, seperti gas, minyak bumi, dan mineral. Apalagi potensi minyak bumi dan gas Indonesia 70 persen di antaranya berada di perairan.

Baca juga: 8 Kampus Terbaik Indonesia Jurusan Teknik Versi THE WUR 2021

“Sehingga harapannya, kebutuhan ahli di bidang Teknik Lepas Pantai di Indonesia bisa terpenuhi ke depannya,” ungkap guru besar Teknik Elektro ini.

Prodi Teknik Pangan

Sementara itu, Direktur Pendidikan ITS Siti Machmudah menjelaskan, Prodi Teknik Pangan akan mempelajari pengolahan bahan baku menjadi produk pangan.

Termasuk akan mempelajari dasar-dasar terkait ilmu pangan dan desain proses industri pangan.

Mahasiswa akan dibekali kemampuan untuk memproduksi produk pangan secara efisien, melakukan desain proses produksi pangan, serta melakukan komersialisasi produknya.

"Apalagi Indonesia memiliki banyak perusahaan terkait makanan dan minuman, baik perusahaan milik negara (BUMN), swasta nasional maupun multinasional,” ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X