Kompas.com - 03/02/2021, 20:17 WIB
Gunung Semeru luncurkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer yang teramati dari Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (2/2/2021) ANTARA/ HO - PVMBGGunung Semeru luncurkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer yang teramati dari Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (2/2/2021)

KOMPAS.com- Hujan abu vulkanik yang mengguyur enam desa di Lumajang  tak membuat aktivitas belajar tatap muka di sekolah terhenti. 

Hujan abu vulkanik menimpa enam desa di Lumajang, yakni Desa Tambahrejo, Desa Tumpeng, Desa Kelapa Sawit, Desa Penanggal, Desa Sumbermujur dan Desa Pasrujambe, Namun, sejak pukul 08.00 WIB, siswa tetap berangkat ke sekolah.

Di Kabupaten Lumajang sendiri, aktivitas pembelajaran memang telah diizinkan untuk tatap muka.

Hal ini, merujuk dari adanya Surat Edaran Gubernur Provinsi Jawa Timur, Nomor: 420/8174/101.1/2020 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: SKB 3 Menteri: Sekolah Negeri Wajib Cabut Aturan Seragam Keagamaan

Melalui Program Sinau Bareng (PSB), sekolah bisa membuka kelas dengan syarat menerapkan protokol kesehatan dan hanya diisi 25 persen siswa dari jumlah keseluruhan.

Termasuk salah satunya, sekolah SMA Roudlotul Mustofa, di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro Kab. Lumajang masih terus melaksanakan sekolah tatap muka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Sekolah SMA Roudlotul Mustofa, Ato'illah mengatakan meski hujan abu vulkanik mengguyur namun hal itu belum dinilai sangat serius.

"Dampak erupsi di sini biasa saja. Belum begitu besar. Hanya, hujan debu sebentar. Siswa tetap melangsungkan tatap muka namun secara bergantian," kata dia.

Sistemnya, dari 73 siswa kelas 10 hingga kelas 12, akan masuk secara bergantian sesuai kuota. "Kelas 10 dan 11, masuknya hanya 25 persen, kelas 12, 50 persen," ujarnya.

Baca juga: Cara Cek Siswa Penerima Kartu Indonesia Pintar untuk SD-SMA

Ia mengatakan, sebagai sekolah yang terdampak erupsi Gunung Semeru, pihaknya tak cuma meminta siswa menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X