Kompas.com - 03/02/2021, 09:03 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim memberikan keterangan pers terkait penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru di masa Covid-19, Senin (15/6/2020). Tangkapan layar kanal Youtube KemendikbudMendikbud Nadiem Makarim memberikan keterangan pers terkait penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru di masa Covid-19, Senin (15/6/2020).
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Mendikbud Nadiem Makarim mengaku Indonesia kini memiliki pendidikan tinggi vokasi di perbatasan Malaysia, yakni Politeknik Negeri Nunukan (PNN).

"Saya ucapkan selamat kepada PNN yang kini berada di bawah naungan Kemendikbud. Saya punya harapan besar agar PPN berikan kontribusi ke masyarakat," ucap Nadiem melansir Vokasi Kemdikbud, Rabu (3/2/2021).

Baca juga: Mendikbud: Rektor USU Muryanto Amin Tidak Plagiat

Dia menjelaskan, pendidikan tinggi vokasi juga menjadi salah satu fokus Kemendikbud di tahun ini, dengan melibatkan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Karenanya, satuan pendidikan vokasi tersebut harus bergerak lincah berkolaborasi, semisal dalam pembentukan SMK fast track, yang juga melibatkan DUDI.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto berharap peresmian PNN dapat dijadikan momentum untuk menciptakan SDM kompeten dan unggul, serta menciptakan riset terapan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bukan hanya lulusan mengandalkan ijazah, tapi juga harus punya kompetensi. Politeknik Negeri Nunukan harus menghasilkan pemimpin, baik untuk Nunukan, nasional dan global," ungkap dia.

Wikan juga mengucapkan rasa terima kasihnya atas perjuangan berbagai pihak yang ikut serta dalam mendirikan politeknik negeri ini.

"Kami harap politeknik akan link and match yang mencakup paket 8+1, karena membutuhkan SDM yang bervisi masa depan," sebut dia.

Direktur Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) dan Profesi, Beny Bandanadjaya pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dan upaya pemerintah daerah setempat kepada PNN.

"Kami akan kembangkan lebih besar lagi, serta menjalankan ‘link and match’ dengan industri," sebut dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X