Kompas.com - 01/02/2021, 19:30 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini berbincang dengan salah satu pemulung di Jakarta, Kamis (7/1/2021). Dokumentasi Humas Ditjen Rehabilitasi Kementerian SosialMenteri Sosial Tri Rismaharini berbincang dengan salah satu pemulung di Jakarta, Kamis (7/1/2021).
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University, Ali Khomsan menyoroti persoalan sosial yang akan dihadapi oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dalam beberapa tahun ke depan.

Menurutnya, ada banyak hal yang harus dibenahi oleh Mensos Risma, termasuk data penerima bantuan yang tak pernah diperbarui sejak 2015.

Baca juga: Pakar UGM: Aksi Blusukan Mensos Risma Tidak Tepat

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), garis kemiskinan nasional pada Maret 2020 adalah Rp 454.652 per kapita per bulan.

Sedangkan garis kemiskinan Bank Dunia adalah 1,9 dollar AS per kapita per hari atau setara Rp 798.200 per bulan (kurs Rp 14.000).

Dia menyebutkan, jikalau rumah tangga terdiri empat orang, untuk kriteria Bank Dunia perlu minimal penghasilan Rp 3.192.800 per bulan, agar tidak disebut rumah tangga miskin.

"Dengan standar itu, angka kemiskinan Indonesia lebih dari dua kali lipat," ujar Ali melansir laman IPB, Senin (1/2/2021).

Sebagai upaya mengurangi angka kemiskinan nasional, pemerintah telah memberikan berbagai bantuan.

Salah satunya adalah bantuan langsung tunai (BLT) dana desa dengan mengacu Peraturan Menteri Perdesaan (Permendes) No 6 Tahun 2020.

Dia mengaku, banyak kepala desa kesulitan menentukan dan menetapkan bantuan berdasarkan peraturan tersebut.

Mungkin kriteria dalam peraturan tersebut cocok untuk orang yang sangat melarat hidupnya.

Baca juga: Pakar IPB Ungkap Beberapa Keunikan Kelelawar

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X