Kompas.com - 31/01/2021, 17:41 WIB

KOMPAS.com - Memasuki era revolusi industri 4.0 ditambah dengan situasi pasca pandemi, pendidikan kini tak bisa terlepas dari teknologi.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril mengatakan, di era revolusi industri 4.0 teknologi merupakan hal yang penting.

Teknologi, jelas dia, tidak akan pernah menggantikan guru-guru yang baik, justru teknologi bisa membantu guru-guru untuk mencapai tujuan-tujuan dengan lebih baik.

Baca juga: Cara Cek Siswa Penerima Kartu Indonesia Pintar untuk SD-SMA

“Karena di era revolusi industri 4.0, teknologi merupakan hal yang penting, untuk bagaimana mencapai tujuan kita untuk lebih baik lagi. Teknologi tidak akan pernah menggantikan guru-guru yang baik, tapi teknologi bisa membantu guru-guru kita untuk mencapai tujuan-tujuan dengan lebih baik,” paparnya seperti dilansir dari laman Dirjen GTK Kemendikbud, Minggu (31/21/2021).

Seni menjadi seorang guru masa depan

Agar guru tak terganti teknologi dan justru bisa berperan lebih baik, Iwan mengatakan pembelajaran kini harus berorientasi pada siswa, serta kemampuan memanfaatkan teknologi, melalui pedagogi Merdeka Belajar.

Pedagogi sendiri merupakan ilmu atau seni dalam menjadi seorang guru.

“Pedagogi-pedagogi yang ingin terus kita kuatkan dalam hal ini untuk mendukung filosofi Ki Hadjar Dewantara itu sendiri yakni bahwa pendidikan itu harus berorientasi kepada siswa. Maka tujuan terpenting, tujuan utama sebenarnya, apa pun yang kita lakukan di stakeholder, pemangku kepentingan, harus bermuara kepada murid,” kata Iwan.

Baca juga: Seperti Ini Cara dan Syarat Dapatkan Kartu Indonesia Pintar

Iwan menjelaskan perbedaan pedagogi sekarang dan masa depan:

Situasi sekarang

  • Pendekatan standardisasi
  • Siswa sebagai penerima pengetahuan
  • Pembelajaran berdasarkan sistem
  • Fokus kepada kegiatan tatap muka
  • Mengajar sebagai kegiatan individualis
  • Pengajaran berdasarkan pembagian umur

Arahan masa depan

  • Pendekatan heterogen
  • Siswa ikut menentukan kegiatan belajar
  • Pembelajaran berorientasi pada siswa
  • Pembelajaran memanfaatkan teknologi
  • Penggunaan kegiatan kelompok dalam pengajaran
  • Pengajaran berdasarkan level kemampuan siswa

Baca juga: Curahan Hati Guru dan Orangtua soal Pembelajaran Jarak Jauh

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.