Kompas.com - 30/01/2021, 11:26 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat meninjau persiapan SMAN 4 Kota Sukabumi untuk pembelajaran tatap muka di Sekolah, Rabu (08/07/2020). Dok. Disdik JabarMenteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat meninjau persiapan SMAN 4 Kota Sukabumi untuk pembelajaran tatap muka di Sekolah, Rabu (08/07/2020).
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Sosiolog Musni Umar mendukung langkah Mendikbud Nadiem Makarim yang tegas terhadap praktik intoleransi di sekolah, khususnya yang terjadi di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat.

Bahkan, kata dia, Mendikbud terbilang cepat dalam merespons keresahan masyarakat terkait intoleransi di SMKN 2 Padang.

Baca juga: Ancaman Sanksi Mendikbud, Kepsek SMKN 2 Padang: Saya Tertekan

Hingga membuat hotline khusus untuk pengaduan.

"Saya yakin Kemendikbud akan mengambil langkah lanjutan untuk menginvestigasi kasus ini demi dapat fakta sebenarnya, tidak hanya merespons informasi media saja," ucap dia dalam keterangannya, Sabtu (30/1/2021).

Die mangaku, memang selama ini Kemendikbud memegang kewenangan atas kebijakan pemerintah pusat.

Namun, terdapat otonomi daerah yang mengatur kewenangan pemerintah daerah (Pemda) dalam proses implementasinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, keberadaan hotline pengaduan akan tetap penting sebagai media pengaduan masyarakat. Dengan tujuan agar bisa mengakomodasi berbagai keluhan yang terjadi di lapangan.

"Karena Kemendikbud tidak bisa menghadapi langsung seluruh hal atau kejadian yang berkaitan dengan implementasi di lapangan," sebut Musni.

Dia menyarankan, Kemendikbud segera melakukan komunikasi intensif dengan Pemda, seperti Gubernur, Bupati/Wali Kota hingga Kepala Dinas Pendikan.

Baca juga: Kepsek SMKN 2 Padang: Saya Dijebak

Hal itu, lanjut dia, penting dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kesalahan persepsi dan miskomunikasi, sekaligus bisa memperoleh fakta yang benar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X