Kompas.com - 22/01/2021, 17:53 WIB
Ilustrasi musim hujan yang dipengaruhi La Nina. BMKG merilisi anomali iklim La Nina sedang berkembang di Samudera Pasifik, dampaknya pada Indonesa dapat menyebabkan curah hujan yang tinggi dan berakibat pada bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor. SHUTTERSTOCK/CHOKCHAI POOMICHAIYAIlustrasi musim hujan yang dipengaruhi La Nina. BMKG merilisi anomali iklim La Nina sedang berkembang di Samudera Pasifik, dampaknya pada Indonesa dapat menyebabkan curah hujan yang tinggi dan berakibat pada bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor.
|

KOMPAS.com - Beberapa hari ini, curah hujan cukup tinggi. Bahkan di beberapa daerah terjadi bencana tanah longsor dan banjir.

Ternyata, curah hujan atau perubahan iklim bisa dicegah. Tentu agar dampaknya tidak terlalu besar bagi kehidupan masyarakat.

Tapi, bagaimana cara mencegahnya? Merangkum akun Instagram Universitas Islam Indonesia (UII), Jumat (22/1/2021), ini penjelasan oleh Dosen Prodi Teknik Lingkungan UII, Dr.-Ing. Ir. Widodo Brontowiyono, M.Sc.

Perubahan iklim adalah suatu kondisi di mana iklim berubah, bukan karena faktor alam.

Baca juga: Dosen UII: Belajar SKS Ada Dampak Buruk, Ini Lho Tips Belajar Efektif

Faktor perubahan iklim secara mendadak yakni antropogenic, pengaruh intervensi manusia, pengaruh kegiatan manusia, limbah dan gas rumah kaca.

"Jangan kaget kalau iklim cepat berubah, karena limbah juga terus bertambah," ujarnya.

Jika perubahan iklim alami maka manusia, tumbuhan dan hewan akan bisa beradaptasi lebih mudah dan cenderung aman.

Namun ketika perubahan iklim terjadi mendadak atau signifikansi berubah, makhluk hidup termasuk kita cenderung susah untuk beradaptasi. Disamping itu, perubahan iklim yang mendadak dapat mengakibatkan bencana.

Misalnya di Yogyakarta:

1. Rata-rata curah hujannya adalah 2.100 milimeter/tahun.

2. Jika suatu hari hujan turun dengan ukuran lebih besar, maka Yogya tidak akan siap dengan hal itu.

3. Itulah yang disebut sebagai cuaca ekstrem atau iklim ekstrem.

Baca juga: 9 Tips Skripsi Lancar Saat Pandemi Ala Alumni UII

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah perubahan iklim:

1. Mitigasi:

  • Mengurangi kegiatan-kegiatan yang berpotensi mengirim gas rumah kaca.
  • Mengurangi kegiatan industri.
  • Mengurangi penggunaan transportasi yang bersifat membuang gas rumah kaca.

2. Adaptasi:

  • Tingkatkan kapasitas kesadaran dan ilmu pengetahuan dari kegiatan kita, dengan begitu risiko yang terjadi akan relatif.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X