Kompas.com - 19/01/2021, 10:03 WIB
Menteri Agama (Menag) RI, H Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut mengunjungi kediaman Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) di Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (25/12/2020) pagi. DOKUMEN GP ANSORMenteri Agama (Menag) RI, H Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut mengunjungi kediaman Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) di Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (25/12/2020) pagi.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

Dia menambahkan, pihaknya juga sudah menyampaikan surat ke Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) lewat surat nomor B-2951/DJ.I/HM.00.1/12/2020.

"Ini agar memfasilitasi pertemuan dengan pihak Kemendikbud, Kementerian PANRB, dan BKN," sebut dia.

Guru honorer lulus seleksi jadi PPPK

Mendikbud Nadiem Makarim menegaskan, hanya guru honorer yang lulus seleksi bisa menjadi PPPK. Meski kapasitasnya mencapai 1 juta PPPK.

"Yang diangkat jadi PPPK itu bagi guru honorer yang lulus tes, dari seleksi 1 juta orang," kata Nadiem.

Dia mencontohkan, apabila satu juta orang yang lulus seleksi, maka satu juta orang yang lulus itu berhak menjadi PPPK.

"Kalau cuma 200 ribu yang lulus, itu yang bisa jadi PPPK. Bahkan kalau yang lulus 100 ribu orang, itu yang akan diangkat menjadi PPPK," tegas Nadiem.

Dia menyebutkan, rekrutmen PPPK akan dilakukan di 548 pemerintah daerah (Pemda). Maka dari itu, semua guru honorer harus mempersiapkan dengan matang proses seleksi tersebut.

Kesempatan menjadi PPPK, kata Nadiem, sangat besar. Karena, proses seleksi yang diberikan sampai tiga kali.

Baca juga: Seleksi Guru PPPK Selesaikan Tiga Masalah Puluhan Tahun

"Jadi bukan hanya satu kesempatan jadi PPPK yang diberikan di tahun ini, tapi sampai tiga kali. Bisa tahun depan maupun di tahun berikutnya," jelas Nadiem.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X