Orang Pernah Positif Covid-19 Tidak Divaksin, Ini Penjelasan Pakar UGM

Kompas.com - 15/01/2021, 15:37 WIB
Petugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di RSIA Tambak, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2021). Vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan izin penggunaan darurat ini, vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co.Ltd.China dan PT Bio Farma (Persero) dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di RSIA Tambak, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2021). Vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan izin penggunaan darurat ini, vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co.Ltd.China dan PT Bio Farma (Persero) dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia.
|

KOMPAS.com - Covid-19 yang masih merajalela di Indonesia harus segera ditangani. Salah satunya dengan pemberian vaksin pada orang yang masuk kriteria.

Namun, apakah orang yang pernah terjangkit Covid-19 perlu juga mendapatkan vaksin? Ahli Imunologi dari Universitas Gadjah Mada ( UGM), dr. Deshinta Putri Mulya, M.Sc., Sp.PD, KAI(K) memberikan penjelasan.

Melansir laman UGM, Jumat (15/1/2021), dr. Deshinta menyampaikan penjelasan terkait pasien yang pernah terpapar Covid-19 tidak perlu divaksin.

Menurutnya, orang yang pernah terinfeksi Covid-19 dan dinyatakan sembuh tidak perlu diberikan vaksin covid, sebab telah mendapat antibodi.

Baca juga: Pakar Epidemiolog UGM Minta Warga Jangan Abai Prokes Usai Divaksin

Oleh karena itu, seseorang tersebut tidak masuk dalam kelompok prioriotas untuk diberikan vaksin.

"Yang sudah pernah terkonfirmasi positif Covid-19 dan sembuh tidak usah divaksin," ujarnya.

Ini karena pada tubuh manusia yang telah terpapar virus Covid-19 sudah membuat sistem kekebalan tubuh atau antibodi.

"Logikanya yang terkonfirmasi Covid-19 dan sembuh sudah punya antibodi," tuturnya.

Lebih lanjut, dr. Deshinta mengatakan, orang sehat menjadi kelompok prioritas sebagai penerima vaksin.

Sebelum divaksin, penerima vaksin diskrining terlebih dahulu terkait kondisi tubuh seperti suhu tubuh, tekanan darah, serta riwayat penyakit.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X