Belajar dari Rumah Diperpanjang, Orangtua Juga Butuh Dukungan

Kompas.com - 14/01/2021, 17:18 WIB
Ilustrasi belajar dari rumah DOK. SHUTTERSTOCKIlustrasi belajar dari rumah

KOMPAS.com - Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah menceritakan banyaknya keluhan dari orangtua terkait kegagapan mereka saat mendampingi anak belajar dari rumah di samping persoalan keterbatasan gawai, sinyal dan kuota.

Meski SKB 4 Menteri pada akhir 2020 lalu menyebutkan dimungkinkannya pembelajaran tatap muka dimulai pada semester genap 2021, pada kenyataannya masih lebih banyak wilayah yang memutuskan menunda pembelajaran tatap muka di sekolah mengingat pandemi Covid-19 yang justru meningkat.

“Keluhan orangtua ini banyak disampaikan kepada saya melalui pesan singkat, akun media sosial, tanya jawab webinar maupun saat kunjungan langsung ke dapil," papar Ledia dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Cara Cek Siswa Penerima Kartu Indonesia Pintar untuk SD-SMA

Kegagapan ini, lanjut dia, dapat dimengerti mengingat orangtua tidak memiliki latar belakang pendidikan maupun keterampilan mendidik sebagaimana para guru.

"Karena itu pemerintah pun perlu memberikan dukungan khusus bagi para orangtua dalam mendampingi siswa belajar," sarannya.

Panduan dan modul untuk orangtua

Berdasarkan informasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) hanya 14 Propinsi siap melakukan pembelajaran tatap muka pada semester genap 2021 yang dimulai Januari ini, itupun tidak melingkupi keseluruhan daerah di setiap propinsi.

Jawa Barat misalnya, meski siap melakukan pembelajaran tatap muka tetapi hanya sekitar 35 persen sekolah se-Jawa Barat yang berasal dari 12 Kabupaten/Kota yang siap melakukan pembelajaran tatap muka. Selebihnya dari 15 Kabupaten/Kota lain tetap melakukan Belajar Dari Rumah.

Baca juga: KIP Sekolah Sasar 17,9 Juta Siswa di 2021, Ini Besaran Dana Bantuan

Ini berarti mayoritas siswa, guru dan orangtua kembali harus kembali menjalani dan berkreasi dengan pola pembelajaran jarak jauh

Ledia menyadari bahwa kondisi belajar mengajar yang ada saat ini memang tidak ideal dan memiliki banyak tantangan, namun semua itu harus dihadapi bersama satu demi satu dan dikreasikan agar tetap bisa memberikan hasil yang optimal bagi pendidikan anak.

“Pendidikan jarak jauh atau belajar dari rumah ini sudah hampir genap kita alami selama satu tahun. Apresiasi saya kepada Mas Mendikbud beserta jajarannya yang sudah berupaya meminimalisir hambatan dan tantangan terkait persoalan teknis, prasarana dan sarana pendidikan di masa pandemi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X