Nadiem Makarim: Belasungkawa untuk Dosen dan Guru Korban Sriwijaya Air

Kompas.com - 12/01/2021, 14:57 WIB
Pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air PK-CLC yang difoto pada 1 Januari 2015. SHUTTERSTOCK/DHEMMY ZEIRIFANDIPesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air PK-CLC yang difoto pada 1 Januari 2015.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Mendikbud Nadiem Makarim mengaku ikut berbelasungkawa atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu, antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu (9/1/2021).

"Duka cita mendalam atas kecelakaan yang terjadi pada penerbangan Sriwijaya Air SJ 182," ucap Nadiem di akun instagram resminya, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Mendikbud: Hanya Guru Honorer yang Lulus Seleksi Bisa Jadi PPPK

Akibat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, kata Nadiem, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga berduka atas kehilangan mereka yang berada dalam penerbangan tersebut.

Apalagi, sebut dia, ada dosen hingga guru di dalam pesawat Sriwijaya Air tersebut, seperti Agus Minarni yang merupakan guru di SMA Negeri 1 Mempawah dan Muhammad Nur Kholifatur Amin yang merupakan Pamong Belajar SKB Negeri Mempawah.

Lalu ada Panca Widia Nursanti yang merupakan Guru SMK Negeri 3 Pontianak, Rahmawati yang merupakan Kepala SD Kartika XVII-1 Pontianak, dan Makrufatul Yeti Srianingsih yang merupakan Dosen Politeknik Negeri Pontianak.

"Semoga semua keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan," harap Nadiem.

Pesawat angkut 62 orang

Sebagaimana diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang mengangkut 62 orang.

Yakni, terdiri dari 6 kru, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

Baca juga: Kemendikbud: 16 Provinsi Belum Siap Belajar Tatap Muka

Sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan musibah pesawat Sriwijaya Air SJ 182 telah ditemukan pada Minggu (10/1/2021).

Barang bukti itu mulai dari serpihan pesawat, kabel, pecahan ban, tumpahan minyak, bagian tubuh, properti milik penumpang dan lainnya.

Titik black box telah ditemukan

Kotak hitam atau black box yang diduga milik pesawat rute Jakarta-Pontianak itu juga sudah ditemukan lokasinya.

Selain black box, tim SAR gabungan sudah menemukan bagian pesawat yang lebih besar di dasar laut.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah mengungkapkan, tim gabungan pencari telah menandai lokasi yang diduga kuat merupakan black box milik pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Baca juga: Tim IPB Ikut Cari Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

"Saat ini terus berupaya untuk mendapatkan black box Sriwijaya Air yang posisinya diduga kuat adalah posisi black box yang kita cari," kata Hadi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X