Kompas.com - 12/01/2021, 10:21 WIB
|

KOMPAS.com - Hampir setahun, siswa sekolah masih mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran daring. Karena belajar dari rumah (BDR), tentu orang tua menjadi guru bagi anaknya.

Mau tidak mau, orang tua harus menggantikan peran guru sekolah untuk menjadi guru di rumah. Meski di tengah kesibukan, orang tua harus semangat mendampingi anaknya ikut BDR.

Sangat tidak mudah ya? Bahkan tidak terbayang sebelumnya bakal mendampingi anak-anak selama "24 jam, 7 hari dalam seminggu".

Namun yang tidak kita sadari, momen langka ini akan sangat bermanfaat baik bagi orang tua maupun anak-anak itu sendiri.

Baca juga: 5 Cara Melatih Anak Generasi Abad 21 Berpikir Kritis

Dan pastikan momen langka ini terjalin harmonis agar anak-anak mengingat kita dengan kenangan manis dalam perjalanan kesuksesannya.

Jadi, bagi orang tua sebaiknya jangan emosi saat mendamping anak Belajar dari Rumah selama masa pandemi Covid-19.

Melansir laman Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud, Selasa (12/1/2021), berikut ini manfaat dampingi anak Belajar dari Rumah:

1. Mampu dekatkan jalinan hati

Karena pandemi ini, orangtua jadi punya lebih banyak waktu untuk menjalin komunikasi dan mendekatkan hati dengan anak-anak.

Kita jadi lebih mengenal hal-hal yang membuat motivasi belajarnya meningkat atau yang menjadikannya terpuruk.

Percayalah, kehadiran orangtua dalam belajar anak, akan menimbulkan kepercayaan diri sehingga menumbuhkan semangat untuk belajar jadi lebih tinggi.

Anak-anak juga semakin yakin bahwa orangtuanya menyayanginya dan akan membantunya di saat mengalami kendala. Mereka tahu mereka dikasihi sepenuh hati.

2. Bantu mengenal kekuatan anak

Jika selama ini kita kesulitan mengetahui apa kendala anak dalam belajar atau mengapa prestasinya belum maksimal. Maka ketika mendampingi mereka BDR, kita mulai dapat mengamati dan menemukan mengapa itu terjadi?

Membantunya mengenali diri, potensi dan gaya belajarnya dan membantunya mengembangkan diri. Kita mulai dapat mengenali hobi dan kekuatan dirinya dan menggunakannya untuk memotivasi.

Tentu agar ia menggunakannya untuk memaksimalkan diri dan meraih prestasi dalam hal apapun yang dimilikinya. Semua manusia dianugerahi potensi, termasuk anak.

3. Melatih pengendalian emosi

Mendampingi anak bukan pekerjaan mudah. Jika mereka pergi ke sekolah, orangtua jadi punya waktu untuk melakukan pekerjaan dengan nyaman.

Ada kesempatan baca novel kesukaan atau sekedar bersantai menghela napas panjang sebelum mulai berjibaku dengan emosi karena harus mendampingi dan melayani buah hati kembali.

Baca juga: Akademisi UI: Begini 3 Tips Belajar Bahasa Asing bagi Anak

Kalau anak-anak di rumah seharian, mungkin hal itu tidak bisa dilakukan lagi. Maka, orangtua perlu berlatih mengendalikan diri dan emosi agar tetap "waras" menghadapi tingkah polah anak. Kalau bisa jangan emosi ya.

Namun, momen ini mungkin tidak akan terulang maka belajar mengendalikan diri harus dilakukan agar mereka melakukan hal yang sama kepada kita saat kita tua nanti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.