Pendidikan Vokasi Kerek Keterampilan 4.000 Guru dan Kepsek di 2021

Kompas.com - 06/01/2021, 15:56 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto dalam acara Taklimat Media Awal Tahun 2021. Webinar KemendikbudDirektur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto dalam acara Taklimat Media Awal Tahun 2021.

KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud mengaku akan meningkatkan keterampilan (upskilling) kepada 4.000 guru dan kepala sekolah ( Kepsek).

Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto dalam acara Taklimat Media Awal Tahun 2021, seperti ditulis Rabu (6/1/2021).

Baca juga: 11 Program Pendidikan Vokasi di 2021

"Itu minimal 4.000 guru dan kepala sekola yang ditingkatkan keterampilannya. Peningkatan juga untuk dosen, direktur, dan dekan di pendidikan tinggi vokasi," ucap Wikan.

Wikan menyebutkan, pendidikan vokasi juga akan meningkatkan jumlah Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) yang direvitalisasi.

"Kita targetkan 900 SMK yang bisa direvitalisasi di 2021. Jadi nambah sekitar 500 SMK, dari realisasi revitalisasi sebanyak 491 SMK di 2020," jelas Wikan.

Kemudian, kata Wikan, pendidikan vokasi juga akan melakukan link and match 400 program studi (prodi) pendidikan tinggi vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) di tahun ini.

"Jadi saya optimistis bisa naik 200-300 persen, dari target 133 di 2020 menjadi 300-400 prodi yang akan menjalin dengan DUDI," tegas dia.

Baca juga: Pendidikan Vokasi Diminta Libatkan DUDI Sejak Awal

Dua program baru pendidikan vokasi

Tak hanya link and match, sambung dia, pendidikan vokasi juga akan mengembangkan dua program baru, yakni SMK D2 jalur cepat (fast track) dan D3 upgrading menjadi sarjana terapan (D4).

Lalu, Wikan juga memasang target minimal 100 perusahaan yang akan menjalin link and match dengan SMK.

"Link and match yang akan dilakukan dengan 8 paket yang sudah ada di pendidikan vokasi," sebut dia.

Sementara untuk program pelatihan kecakapan kerja dan wirausaha, dirinya masih mematok di porsi yang sama. Namun, dengan kualitas serapan yang diharapkan lebih tinggi.

"Karena kita benar-benar menargetkan di pandemi ini, industri akan kita ajak merancang kembali kebangkitan mereka, yakni merancang link and match yang lebih baik dengan pendidikan vokasi," ucapnya.

Dia menambahkan, semua target yang telah ditetapkan di tahun ini, tetap memperhatikan pandemi Covid-19 yang belum selesai.

Baca juga: Mendikbud: 8 Prioritas Merdeka Belajar 2021

"Kita akan mitigasi dampak pandemi Covid-19. Bukan untuk diturunkan pendidikan vokasi, tapi tetap kita tingkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan vokasi," pungkas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X