Kompas.com - 06/01/2021, 07:30 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim. Dok. KemendikbudMendikbud Nadiem Makarim.

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyebutkan, prioritas Merdeka Belajar 2021 akan berfokus pada delapan prioritas.

Pertama, kata Nadiem, pembiayaan pendidikan yang menyasar ke Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah dengan target 1,095 juta mahasiswa dan KIP Sekolah dengan target 17,9 juta siswa.

Baca juga: Kemendikbud Akui 14 Provinsi Siap Belajar Tatap Muka

Lalu ada layanan khusus pendidikan masyarakat dan kebencanaan dengan target 42.896 sekolah, ada tunjangan profesi guru dengan target 363 ribu guru, dan pembinaan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).

"Kemudian ada, bantuan pemerintah kepada 13 SILN dan 2.236 lembaga," ungkap Nadiem dalam acara Taklimat Media Awal Tahun 2021, seperti ditulis Rabu (6/1/2021).

Fokus kedua, bilang dia, adalah program digitalisasi sekolah dan medium pembelajaran melalui empat sistem penguatan platform digital, dan delapan layanan terpadu Kemendikbud, kehumasan dan media.

"Ada 345 model bahan ajar dan model media pendidikan digital, serta penyediaan sarana pendidikan bagi 16.844 sekolah," jelas Nadiem.

Fokus ketiga adalah pembinaan peserta didik, prestasi, talenta, dan penguatan karakter. Prioritas ini akan diciptakan melalui tiga layanan pendampingan advokasi dan sosialisasi penguatan karakter.

"Dan juga dengan pembinaan peserta didik oleh 345 pemerintah daerah, serta peningkatan prestasi dan manajemen talenta kepada 13.505 pelajar," sebut dia.

Rekrutmen guru PPPK di 2021

Fokus keempat, Kemendikbud menargetkan akan melakukan pendidikan kepada 19.624 guru penggerak di tahun ini. Lalu akan ada sertifikasi terhadap 10 ribu guru dan tenaga kependidikan.

"Tak lupa ada rekrutmen guru PPPK oleh 548 pemerintah daerah, serta penjaminan mutu, sekolah penggerak, danorganisasi penggerak kepada 20.438 orang guru," ujarnya.

Baca juga: Mendikbud Tegaskan Formasi CPNS Guru Masih Ada

Prioritas yang kelima, yakni peningkatan kurikulum dan asesmen nasional Kemendikbud. Nantinya, Kemendikbud akan melakukan pelatihan kurikulum baru kepada 62.948 guru dan tenaga kependidikan.

"Kami juga mendampingi implementasi kurikulum dan asesmen di 428.957 sekolah, mengembangkan 4.515 model kurikulum dan perbukuan, dan akreditasi dan standar nasional pendidikan di 94.912 lembaga," ucap Nadiem.

Prioritas yang keenam, yakni merevitalisasi pendidikan vokasi. Prioritas ketujuh adalah Kampus Merdeka.

Kemendikbud majukan budaya dan bahasa

Prioritas yang terakhir dari Kemendikbud, yakni memajukan kebudayaan dan bahasa. Di poin ini, Kemendikbud akan memberikan apresiasi dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) kepada 5.225 orang di 994 satuan pendidikan.

Tak hanya itu, Kemendikbud juga akan mengadakan kegiatan dan program publik dengan sasaran 619.515 orang, 450 layanan, 352 kegiatan dan satu platform holistik, serta pengelolaan cagar budaya dan warisan budaya takbenda pada 72.305 unit.

Kemendikbud pun akan melakukan penguatan desa dan fasilitas bidang kebudayaan kepada 359 desa dan 260 kelompok masyarakat, serta layanan kepercayaan dan masyarakat adat kepada 1.031 orang di 25 wilayah adat.

Baca juga: Mendikbud: Penuh Tantangan dan Rintangan di 2020

"Kami juga menyasar pembinaan bahasa dan sastra bagi 4.117 penutur bahasa, pengembangan dan pelindungan bahasa dan sastra bagi 200 lembaga, dan lainnya," pungkas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X