Kompas.com - 02/01/2021, 15:00 WIB
Ilustrasi kentang. FREEPIK/8PHOTOIlustrasi kentang.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Masa pandemi Covid-19 mengubah pola hidup masyarakat,  akhirnya menyebabkan adanya peningkatan konsumsi sejumlah produk yang menggunakan kantong plastik sintetis.

Guna mengatasi permasalahan ini, seorang mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan plastik dari bahan kentang yang dapat dijadikan pakan ternak dan pupuk, serta mudah terurai oleh tanah.

Baca juga: Mahasiswa ITS Buat Aplikasi Layanan Rapid Test di Rumah

Mahasiswa yang menciptakan itu bernama Hamdan Kafi Magfuri. Dia adalah mahasiswa Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS.

"Lama kelamaan sampah kantong plastik ini akan berdampak buruk pada lingkungan," kata Hamdan, melansir laman ITS, Sabtu (2/1/2020).

Dia mengaku, lewat inovasi ini akan mengurangi atau bahkan menghilangkan dampak buruk dari kantong plastik yang selama ini beredar di masyarakat.

Sebab, plastik merupakan material yang sangat sulit terurai oleh tanah, bahkan plastik baru bisa diurai kembali dalam ratusan hingga ribuan tahun.

"Dengan demikian, ide utama yang harus diangkat adalah plastik yang mudah terurai dan memiliki manfaat lain selain menjadi sampah," ucap pria asal Lumajang ini.

Hamdan memilih kentang, karena bahan dasar tersebut sangat melimpah di Indonesia. Pemilihan ini, dia berharap bisa meningkatkan pendapatan petani kentang.

"Saat ini pendapatan petani kentang di Indonesia terbilang rendah, karena ada perbedaan harga yang berbeda, antara harga jual petani dengan harga yang dijual di pasar," ucap Hamdan.

Pembuatan plastik cukup mudah

Adapun cara plastik dari bahan kentang ini terbilang mudah. Hal pertama, kentang yang tidak lolos dijual di pasar, maka akan digiling dan diperas sari patinya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X