Kompas.com - 17/12/2020, 11:32 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|

KOMPAS.com - Hingga ini, pandemi Covid-19 di Indonesia belum juga mereda. Masih banyak pasien yang dirawat di rumah sakit karena virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19.

Perlu diketahui, Covid-19 menginfeksi dari satu individu ke individu lain melalui percikan air liur atau droplet baik dari hidung maupun mulut. Lalu, bisakah seseorang terinfeksi virus corona melalui mata?

Melansir laman Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (17/12/2020), Guru Besar Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), Prof. dr. Suhardjo, SU., Sp.M(K)., memberikan penjelasan.

Menurutnya, bahwa ada sedikit kasus mata merah atau konjungtivis pada individu yang terinfeksi Covid-19. Meski begitu, risiko penularan virus corona melalu air mata kemungkinannya rendah.

Baca juga: Kenapa Iklan di Medsos Bisa Sesuai Keinginan? Ini Penjelasan Akademisi UII

"Air mata bisa jadi media penularan, tapi kemungkinannya kecil karena disitu tidak ada reseptor yang cocok untuk virus Covid-19," ujarnya.

Paling sering lewat mulut dan hidung

Dikatakan, selama ini penularan virus corona paling sering terjadi melalui mulut atau hidung. Karena, di area tersebut terdapat jaringan mukosa yang dapat menjadi pintu masuk bagi virus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di dalam rongga mulut maupun hidung manusia memiliki reseptor ACE-2 dan CD 147 serta enzim TMPRSS2 sebagai tempat menempelnya virus Covid-19.

Menurutnya, reseptor itu ibarat rumah. Kalau di rongga mulut dan saluran hidung ada reseptor yang cocok untuk Covid-19, maka virus bisa masuk.

Dari studi literatur yang telah diterbitkan dalam Journal of Medical Sciences pada Juli 2020 lalu diketahui jika hanya sedikit pasien Covid-19 yang mengalami mata merah atau konjungtivis.

Pada studi tersebut diketahui jika hanya sebanyak 0,8 persen pasien Covid-19 yang menunjukkan gejala mata merah.

"Jadi, hanya 8 diantara 1.000 orang ada gejala mata merah pada pasien Covid-19 dan ini lebih rendah angkanya daripada gejala diare sebanyak 3,8 persen," katanya.

Cara pencegahan:

Agar virus corona tidak masuk melalui mata, maka Prof. dr. Suhardjo mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu sering menyentuh atau mengusap mata dengan tangan.

Baca juga: Akademisi UGM: Libur Panjang, Pelaku Wisata Harus Edukasikan Ini

Perilaku tersebut selain mencegah infeksi virus corona juga mencegah terjadinya iritasi serta infeksi virus maupun bakteri lainnya pada mata.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X